Ini 5 Startup Minuman Lokal Pesaing Mixue yang Lagi Viral

Khadijah Shahnaz Fitra
Senin, 2 Januari 2023 | 12:03 WIB
Ilustrasi produk Mixue. / Dok. Mixue Indonesia
Ilustrasi produk Mixue. / Dok. Mixue Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa waktu belakangan nama Mixue mendadak menjadi viral di media sosial dan menjadi pembicaraan publik. Langkah 'invasi' toko minuman asal China itu seakan menggerus kepopuleran sejumlah startup minuman lokal yang sudah lebih dulu eksis di Indonesia.

Dikutip dari Momentum Asia, Senin (2/12/2022) Mixue telah menjadi jaringan teh dan es krim terbesar di China. Pada akhir Maret 2022, Mixue memiliki 21.582 gerai.

Bahkan, Mixue disebut-sebut menjadi gerai terbesar kelima di dunia, menyalip total jumlah pembukaan gerai McDonald's, jika dilihat dari kurun waktu selama tiga tahun berdiri.

Kendati demikian, di Indonesia sendiri ada beberapa startup minuman yang tidak kalah menarik dari Mixue sendiri, mulai dari Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Haus, dan Menantea. Berikut profil startup lokal tersebut.

Ini 5 Startup Minuman Lokal Pesaing Mixue

1. Kopi Kenangan

Kopi Kenangan adalah salah satu startup di bidang food and beverage (F&B) dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan kini telah menjadi unikorn. Perusahaan ini memiliki valuasi US$1 miliar atau senilai Rp15 triliun.

Baru-baru ini, Kopi Kenangan baru membuka gerai internasional pertamanya di Malaysia. Langkah ini pun menjadi awal dalam merambah pasar global, khususnya Asia Tenggara. Adapun pendanaan terahkir Kopi Kenangan pada 2021 senilai Rp1,3 triliun untuk Seri C.

Startup ritel unikorn pertama di Indonesia ini juga baru saja mengakusisi Flip Burger dan memasukannya ke Kenangan Brands bersama dengan Chigo dan Kopi Kenangan. Menariknya Kopi Kenangan tidak memiliki waralaba, semua gerai yang ada merupakan milik Kopi Kenangan sendiri.

2. Janji Jiwa

Startup Janji Jiwa sekarang sudah menaungi tiga merek produk yakni Kopi Janji Jiwa, Jiwa Toast, dan Jiwa Tea. Berbeda dengan Kopi Kenangan, startup retail ini memiliki bisnis waralaba.

Bagi konsumen yang ingin memiliki bisnis waralaba ini harus mempunyai nilai investasi sebesar Rp150 juta hingga Rp200 juta, termasuk sewa tempat, karyawan, dan lainnya.

Startup yang berdiri sejak 2018, terakhir mendapatkan pendanaan pada 2021 oleh Openspace dan Capsquare Asia Partners dengan jumlah yang tidak dipublikasikan. Pendanaan ini akan difokuskan untuk meningkatkan ekspansi bisnis.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper