Ini Cara Menkominfo Jaga Jaringan Telekomunikasi saat Nataru

Rahmi Yati
Rabu, 21 Desember 2022 | 23:23 WIB
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan monitoring sprektum frekuensi radio guna memastikan jaringan telekomunikasi dapat berjalan baik saat peak season arus komunikasi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan pihaknya bersama penyelenggara layanan telekomunikasi seluler berupaya menjaga ketangguhan jaringan konektivitas selama periode tersebut.

"Secara rutin dilakukan oleh 35 Unit Pelaksana Teknis [UPT] di seluruh Indonesia pada hari raya/besar [Natal dan Tahun Baru] dengan prioritas target frekuensi maritim marabahaya, penerbangan, pita seluler, dan juga radar cuaca," ujarnya dikutip dari laman Kemenkominfo, Rabu (21/12/2022).

Menurut Johnny, pada periode Nataru kali ini diperkirakan terjadi kenaikan trafik data akibat mobilitas masyarakat dan kepadatan di berbagai titik keramaian (point of interest) seperti di tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan fasilitas transportasi publik di berbagai daerah.

Adapun, sambung dia, kenaikan tersebut diprediksi akan beragam pada tiap-tiap operator seluler dengan kisaran kenaikan antara 3 hingga 17 persen.

Untuk itu, dia menuturkan bahwa Kemenkominfo telah mendorong penyelenggara layanan telekomunikasi seluler untuk memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan.

"Kominfo mendorong penguatan kapasitas dan kualitas jaringan melalui penerjunan mobile BTS di lapangan, pengerahan personil untuk posko siaga dan drive test untuk optimasi jaringan

serta pengawasan dan tindak lanjut gangguan jaringan melalui command center dan network operation center," ucap Menkominfo.

Sementara itu, selama momen perayaan Nataru kali ini, Telkomsel memproyeksikan akan ada lonjakan trafik layanan data (payload) sebesar 17,6 persen dibandingkan dengan rerata hari biasa, dengan total payload diperkirakan mencapai 52,5 petabyte atau tumbuh 19,1 persen apabila dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya.

VP Network Assitance, Security, and Operations Center Telkomsel Galumbang Pasaribu mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan di 493 titik wilayah prioritas di seluruh Indonesia, yang berpotensi mengalami pertumbuhan trafik telekomunikasi secara signifikan.

"Untuk memastikan pelanggan kita berjalan dengan baik dan nyaman, Telkomsel sudah mendeliver sekitar 196.000 4G kita atau LTE, yang diperkirakan mencakup sekitar 96,50 persen dari total populasi yang ada di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (19/12/2022).

Khusus untuk tahun ini, sambung dia, Telkomsel juga telah menambah sekitar 25.000 Base Transceiver Station (BTS) 4G LTE. Penambahan ini sudah dilakukan sejak awal tahun untuk menjamin kelancaran arus data saat libur Idulfitri ataupun Nataru yang akan datang.

"Telkomsel juga telah menyiagakan tambahan 61 unit Compact Mobile BTS [COMBAT] dan meningkatkan kapasitas internet gateway hingga 9,212 Gbps," imbuh Galumbang.

Tak berhenti di situ, dia menyebut untuk memastikan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) terlayani dengan baik, Telkomsel juga sudah punya 1.385 BTS USO.

Terpisah, XL Axiata akan menyiapkan kapasitas jaringan dua kali lipat guna mengantisipasi lonjakan trafik data saa Nataru.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan berdasarkan lonjakan trafik di tahun-tahun sebelumnya, pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan trafik 2-3 kali lipat dibandingkan rata-rata trafik pada kondisi normal hari biasa, dan naik sekitar 25 persen dibandingkan trafik Nataru tahun lalu.

“Untuk memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang terbaik, XL Axiata telah menyiapkan jaringan dengan kapasitas 2 kali lipat lebih besar dari hari normal," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (20/12/2022).

Gede menyebut, tim XL Axiata juga telah mengidentifikasi kota-kota yang rawan dengan lonjakan trafik, termasuk destinasi wisata, pusat keramaian, serta area pemukiman.

Pihaknya, imbuh dia, juga sudah menyiapkan rekayasa pengalihan atau pemecahan trafik jika terjadi kepadatan di suatu area.

"Dengan demikian, lonjakan trafik di suatu lokasi tidak akan menyebabkan penurunan kualitas layanan kepada pelanggan," tegasnya.

Lebih lanjut Gede mengatakan XL Axiata telah menyiapkan sebanyak 65 unit mobile BTS (MBTS) di berbagai titik lokasi yang membutuhkan dukungan penguatan kualitas sinyal, terutama di wilayah Jawa Barat, Sumatra, dan Bali.

"Titik-titik lokasi yang dimaksud antara lain meliputi jalur transportasi utama, lokasi tujuan wisata, pusat keramaian, hingga terminal bus, stasiun kereta, serta bandar udara," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper