Telkom (TLKM): Ini Progres Merger IndiHome dan Telkomsel

Rahmi Yati
Rabu, 7 Desember 2022 | 10:51 WIB
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana peleburan dua anak usaha Telkom yakni layanan fixed broadband IndiHome ke seluler Telkomsel kian serius dan ditargetkan rampung tahun depan.

Vice President Marketing Management Telkom E. Kurniawan mengatakan pihaknya sedang menghitung valuasi di produk IndiHome agar ketika terjadi Fixed Mobile Convergence (FMC), ada penggabungan secara bisnis.

"Mudah-mudahan on schedule. Ini paling awal tahun 2023 sudah mulai sign untuk lebih ke staging kedua," ujar Kurniawan usai diskusi Digital Telco Outlook 2023 di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, nanti setelah valuasi disepakati, kemungkinan proses komersialisasi FMC ini baru berjalan pada kuartal II/2023.

"Setelah valuasi disepakati mungkin baru sekitar setelah Maret baru resmi secara komersialnya jalan, tetapi kalau bundling sudah jalan, cuma business to business-nya dan ini kan Telkom Group ya, anak perusahaan dengan Telkom, jadi relatively sebenarnya hanya masalah waktu aja. Paling lambat [kuartal dua]," tuturnya.

Adapun dia mencontohkan, bentuk produk FMC yang sedang digarap IndiHome dan Telkomsel adalah produk bundling yang dinamakan IndiHome Orbit dan produk Smooa yang sudah diluncurkan sejak Oktober 2020.

Melalui produk ini, sambung Kurniawan, pelanggan dapat berbagi kuota untuk 3-6 nomor ponsel yang berbeda dan tidak terbatas dalam kota yang sama dalam sekali transaksi.

"Kalau sekarang kan produk bundling, kalau besok business to business, jadi sudah pindah ke entitas Telkomsel, maka itu bisa langsung cross kuota, sudah bisa pemakaian kuota bersama," imbuh dia.

Sebelumnya, Kurniawan mengeklaim penggabungan keduanya akan menghasilkan produk FMC yang memberikan dampak baik bagi pelanggan.

Pasalnya, dengan penggabungan ini, pada akhirnya Telkomsel akan lebih fokus kepada layanan Business to Costumer (B2C) dan Telkom di sisi Business to Business (B2B).

Melalui perkawinan IndiHome dan Telkomsel ini pula, kebutuhan akses internet pengguna diklaim akan selalu terpenuhi, seperti saat di rumah bisa lewat fixed broadband IndiHome dan jika di luar rumah memanfaatkan jaringan Telkomsel.

"Setelah resmi digabungkan, pelanggan cukup membayar semua layanan atau produk FMC lewat satu pintu karena baik teknologi, bisnis, hingga proses pengelolaannya akan saling terintegrasi," ujar Kurniawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper