Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gotoko Sebut Warung di Indonesia Lebih Tahan Resesi

Gotoko menilai bisnis warung di Indonesia lebih tahan terhadap resesi.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 23 November 2022  |  18:25 WIB
Gotoko Sebut Warung di Indonesia Lebih Tahan Resesi
Suasana warehouse GOTOKO di Karawaci, Rabu (23/11/2022). - BISNIS / Khadijah Shahnaz
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gotoko berupaya untuk membuat pemilik warung di Indonesia bisa naik kelas karena lebih mampu bertahan dari ancaman resesi pada tahun depan.

CEO dan President Director Gotoko Gurnoor Singh Dhillon menjelaskan warung sudah terbukti tahan banting, ketika ada pandemi Covid-19 hingga krisis bahan pangan akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

"Indonesia merupakan pasar yang terus bertumbuh dan warung merupakan salah satu kebutuhan sehari-hari, sehingga warung masih bisa berkembang di tengah ancaman resesi global," ujar Gurnoor di Warehouse Gotoko, Karawaci, Rabu (23/11/2022).

Sebagai informasi, Gotoko merupakan platform E-B2B pilihan yang mengoperasikan warehouse dengan tujuan membantu pemilik warung menjawab tantangan tersebut sekaligus mengefisiensikan bisnis yang dijalankan oleh para pemilik warung.

Dia menjelaskan saat ini diperkirakan ada lebih dari tiga juta warung di Indonesia, adari jumlah tersebut yang baru dapat dilayani oleh brand principals atau FMCG diperkirakan baru sekitar 500.000-700.000 warung.

"Artinya, masih ada 2,5 juta warung yang belum terhubung secara langsung dengan brand principals," jelasnya.

Warung-warung yang belum terhubung dengan brand principals atau biasa disebut underserved retailers itu selama ini membeli kebutuhannya melalui banyak distributor, sehingga bisnis mereka menjadi tidak efisien.

Ditambah lagi, harga pembelian yang mereka dapatkan juga kurang kompetitif, sehingga biaya modal yang dikeluarkan pemilik warung menjadi lebih besar.

“Oleh karena itu, Gotoko hadir untuk membantu warung-warung atau underserved retailers itu dalam mengembangkan bisnisnya. Kami hadir bukan sebagai disruptor, melainkan enabler yang bertujuan untuk melengkapi kebutuhan underserved retailers menyempurnakan layanan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pelanggannya,” sambung Gurnoor.

Saat ini Gotoko telah hadir di 37 kota/kabupaten pada 13 cluster di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Jangkauan operasi Gotoko tersebut turut didukung oleh delapan warehouse dan tiga penghubung, guna mengoptimalkan layanannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

warung e-Warung StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top