Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Manfaat 'Suntik Mati' TV Analog Buat Spektrum Frekuensi

Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan manfaat suntik mati TV analog atau Analog Switch Off terhadap penataan spektrum frekuensi.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 17 November 2022  |  11:35 WIB
Ini Manfaat 'Suntik Mati' TV Analog Buat Spektrum Frekuensi
Ilustrasi TV Digital. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menilai dengan adanya program 'suntik mati' siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO), bisa memberi manfaat spektrum frekuensi terhadap infrastruktur teknologi lainnya.

Menteri Kementerian dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi saat ini belum menyeluruh dan tersambung di seluruh Indonesia.

"Ini pekerjaan yang berat sekali harus dilakukan, tetapi juga beberapa puluh tahun terakhir ini spektrum frekuensi kita tidak digunakan dengan semestinya," tuturnya di Media Center KTT G20, Rabu (16/11/2022).

Lebih lanjut, Johnny menekan harus adanya pengelolaan spektrum frekuensi, sehingga operator-operator seluler mempunyai bandwidth dan spektrum yang memadai.

"Selama ini kita pakai untuk satelit dan itu besar sekali yang harusnya bisa dipakai untuk telekomunikasi dan internet," jelasnya.

Dia menilai selama beberapa dekade spektrum frekuensi digunakan untuk televisi analog terestrial merupakan pemborosan. Kehadiran program ASO bertujuan farming dan refarming spektrum frekuensi di Indonesia.

"Agar bisa digunakan oleh operator seluler sehingga tersedia bandwidth yang cukup yang memungkinkan kecepatan internet yang lebih baik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo menkominfo analog switch off
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top