Ada Fenomena Aphelion 4 Juli 2022, Benarkah Sebabkan Batuk Pilek?

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 5 Juli 2022 | 19:12 WIB
Aphelion/timeanddate
Aphelion/timeanddate
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bumi mengalami fenomena aphelion kemarin, 4 Juli 2022.

Aphelion adalah posisi bumi yang sedang berada pada titik terjauh dari matahari.

Saat aphelion, Bumi berjarak 94,51 juta mil atau 152,1 juta kilometer dari matahari, kata ahli geofisika Chris Vaughan.

Prof Husin Alatas, Guru Besar IPB University bidang Fisika Teori sekaligus dosen Fisika Sistem Kompleks Program Studi Sarjana (S1) Fisika menjelaskan Aphelion adalah istilah yang digunakan ketika Bumi berada pada titik terjauh dari matahari. Fenomena ini menjadi perhatian sejak beredarnya informasi terkait hubungan antara fenomena aphelion sebagai penyebab batuk dan pilek.

Dia juga menjelaskan munculnya anggapan bahwa fenomena aphelion penyebab munculnya orang sakit batuk dan pilek.

“Setiap tahun posisi aphelion bumi terjadi pada kisaran awal Juli, dan 2022 diperkirakan jatuh pada tanggal 4.” ujarnya dikutip dari laman resmi IPB.

Menurutnya, titik perihelion bumi tercapai pada 4 Januari 2022 silam. Jika dibandingkan dengan rata-rata jarak rata-rata antara bumi dan matahari, deviasi titik aphelion hanya 1,68 persen, begitu juga dengan titik perihelion. Hal ini sesuai dengan nilai eksentrisitas orbit bumi yaitu 0,01671 atau dengan kata lain orbit bumi pada dasarnya hampir berbentuk lingkaran.

Jika pengaruh kemiringan sumbu rotasi bumi dibandingkan dengan bidang orbit 23 derajat yang menyebabkan perbedaan musim antara belahan bumi utara dan selatan, maka pengaruh aphelion dan perihelion praktis sangat kecil pada cuaca di bumi.

“Oleh karena itu, cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada kesehatan seperti munculnya gejala batuk dan pilek tidak mungkin disebabkan oleh dua posisi bumi dari matahari,” kata Prof Husin Alatas, Sekretaris Eksekutif Pusat Transdisipliner. dan Ilmu Keberlanjutan (CTSS) IPB University. 

Menurutnya, pemanasan global tampaknya akan berdampak lebih signifikan terhadap kondisi cuaca ekstrem belakangan ini.

Fenomena aphelion hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat dan untuk tahun 2022 aphelion ini akan terjadi pada tanggal 4 Juli 2022 pukul 14.10 WIB. Jarak antara bumi dan matahari adalah 152.098.455 kilometer. Sedangkan perihelion terjadi pada 4 Januari pukul 13:52 WIB dengan jarak antara bumi dan matahari mencapai 147.105.052 kilometer. 

“Secara fisik sulit merasakan pengaruh posisi aphelion dan perihelion, mengingat deviasi intensitas energi matahari yang sampai ke bumi dibandingkan rata-rata tahunan hanya sekitar 3,5 persen,” tambah Prof Husin Alatas.

Aphelion dan perihelion adalah dinamika rutin alam yang terkait dengan orbit elips bumi. Oleh karena itu, tidak perlu diposisikan sebagai fenomena yang berdampak negatif bagi kesehatan yang dapat muncul dalam dinamika cuaca. Kedua posisi khusus bumi tersebut praktis memiliki pengaruh yang relatif kecil dibandingkan kondisi rata-rata, sehingga kecil kemungkinan menimbulkan kondisi cuaca ekstrim.

“Menghindari hoax terkait fenomena alam yang dikaitkan dengan kondisi buruk tertentu perlu dilakukan dengan mengedepankan sikap kritis dan skeptis, serta bertumpu pada ilmu yang benar dan bukan ilmu semu,” pungkas Prof Husin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper