Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perluas Cakupan Layanan, Iconnet Disarankan Sasar Indonesia Timur

Iconnet, layanan internet broadband full fiber optic PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), berpeluang memperluas cakupannya hingga ke wilayah Indonesia Timur.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  19:43 WIB
Perluas Cakupan Layanan, Iconnet Disarankan Sasar Indonesia Timur
Biaya langganan paket internet PLN Iconnet - iconnet.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Iconnet, produk layanan internet broadband full fiber optic yang disediakan oleh PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), salah satu anak perusahaan dari PT PLN (Persero) memiliki peluang memperluas cakupannya hingga ke wilayah Indonesia Timur.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhamad Arif mengatakan apabila Iconnet sebagai bagian dari entitas BUMN ini ingin menyusul perluasan coverage dan one step ahead dari provider lain, maka perusahaan dapat mulai menyasar wilayah yang masih memerlukan peningkatan jangkauan internet.

"Adapun wilayah tersebut seperti di area Maluku, Bali, Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi," kata Arif, Kamis (16/6/2022).

Dia menyebut, berdasarkan survei terbaru yang dilakukan APJII, Iconnet masuk dalam daftar provider atau operator fixed broadband yang banyak digunakan.

Adapun dalam survei tersebut, diketahui bahwa provider terbanyak yang digunakan masyarakat adalah IndiHome (67,54 persen), kemudian First Media (3,88 persen), MNC Vision (2,88 persen), IConnect (2,24 persen), BizNet (1,54 persen), dan Oxygen (1,04 persen).

"Ke depannya, peluang [bisnis fixed broadband] akan sangat terbuka luas karena masih ada sekitar 23 persen penduduk Indonesia yang masih belum mendapatkan akses internet," ucap Arif.

Dia menambahkan saat ini kompetisi di antara provider fixed broadband kian ketat. Seiring hal tersebut, diharapkan tidak terjadi persaingan harga di antara penyelenggara jaringan tersebut.

Menurut, Arif ketatnya kompetisi provider itu dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya, pelanggan memilih provider bergantung pada kualitas koneksi di lokasi tempat tinggalnya dan kemampuan provider dalam memberikan harga atau promo yang menarik kepada masyarakat.

"APJII sangat berharap tidak terjadi persaingan harga di antara penyelenggara internet fixed broadband, karena biaya penggelaran jaringan tidak murah," imbuhnya.

Sebagai informasi, APJII mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini adalah 77,02 persen atau sebanyak 210.026.769 orang dari total populasi 272.682.600 jiwa.

Adapun alasan masyarakat memilih menggunakan provider fixed broadband tersebut antara lain pertama karena kualitas koneksinya paling bagus di lokasi tempat mereka berada. Kemudian lantaran harganya yang terjangkau dan banyak promo menarik dengan rata-rata biaya langganan mulai dari Rp100.000-Rp300.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN BUMN internet
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top