Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Startup Makin Merosot, Giliran Beres.id Ikut Tumbang

Beres.id, entitas dari Koadim, ikut tumbang sejalan dengan bisnis startup yang makin merosot.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  10:48 WIB
Bisnis Startup Makin Merosot, Giliran Beres.id Ikut Tumbang
Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) - Dice Insights
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kemerosotan bisnis startup makin kentara. Kali ini, giliran startup Beres.id yang menghentikan operasi layanannya di Indonesia per 1 Juli 2022.

Hal tersebut dilakukan sejalan dengan kebijakan dari perusahaan induknya, yakni Koadim. Startup asal Malaysia tersebut menyetop semua operasi layanan semua entitas bisnis di Singapura (kaodim.sg), Indonesia (beres.id) serta Filipina (gawin.ph) juga ikut ditutup.

Dengan adanya penutupan layanan ini, secara langsung berdampak pada PHK karyawan-karyawan di Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Filipina.

Co-Founder dan CEO Koadim Choong Fui Yu mengatakan alasan Koadim menutup layanan adalah pandemi Covid-19 yang melanda selama 2 tahun kendati saat ini sudah melandai.

Choong menambahkan dengan adanya lockdown yang berkepanjangan dan efek “knock-on” Covid dalam bentuk gangguan operasional, kekurangan tenaga kerja, dan biaya operasional yang lebih tinggi (terutama di sisi penyedia layanan) telah berdampak signifikan pada bisnis Koadim dan kualitas layanan yang Koadim berikan.

"Pada akhirnya, kami merasa bahwa kami tidak dapat lagi mengembangkan bisnis secara berarti untuk jangka panjang, sejalan dengan misi dan ambisi kami," ujar Choong dikutip dalam laman Koadim, Senin (6/6/2022).

Adapun, tantangan ini diperparah dengan adanya inflasi dan kenaikan biaya, di manai telah mempengaruhi permintaan pelanggan, pemenuhan penyedia layanan, margin dan pendapatan Koadim.

Sebagai informasi, Koadim adalah startup yang menyediakan marketplace jasa yang menghubungkan konsumen dengan penyedia jasa servis AC, kebersihan rumah, hingga pekerja konstruksi.

Koadim juga menegaskan akan menghormati kewajiban karyawan dengan membayarkan pesangon. Sejak diluncurkan pada 2014, Kaodim telah mengumpulkan sebanyak pendanaan US$17,6 juta atau senilai Rp254 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk StartUp Bisnis Startup
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top