Startup Gim Asal India Tutup Bisnis di Indonesia, PHK 100 Karyawan

Khadijah Shahnaz
Rabu, 1 Juni 2022 | 21:30 WIB
Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)/Dice Insights
Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)/Dice Insights
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Startup gim dan turnamen asal India Mobile Premier League atau MPL, mengumumkan telah menutup operasionalnya di Indonesia. Adapun, penutupan ini berujung dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya sepuluh persen dari total karyawan atau sebanyak 100 orang.

"Mohon maaf, MPL Indonesia sudah tidak beroperasi dan menerima pengguna baru saat ini. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya," ujar Mobile Premier League dikutip dari situs resminya, Rabu (1/6/2022).

Mobile Premier League juga meminta para pengguna segera membuka aplikasi serta mengikuti petunjuk untuk menarik Berlian Kemenangan yang dimiliki para pengguna. MPL Indonesia juga berterima kasih atas dukungan pemain dan semua pihak.

MPL didirikan pada tahun 2018 oleh Srinivas, Kiran G, dan Malhotra, MPL adalah platform esports dan turnamen. Platform ini menawarkan lebih dari 70 gim di berbagai kategori, seperti olahraga fantasi harian, kuis, permainan papan, esports, dan gim kasual di aplikasinya. Startup ini melayani lebih dari 90 juta pengguna di seluruh India dan AS.

Dilansir dari Inc24 dan Moneycontrol, Sai Srinivas dan Shubh Malhotra mengatakan bahwa selama beberapa bulan belakangan ini kondisi perusahaan begitu rumit dan target pertumbuhan tidak sesuai yang diharapkan. 

“Sudah waktunya untuk membuat keputusan sulit untuk menyebarkan kembali sumber daya kami di bagian lain dari bisnis untuk memastikan kesehatan dan kesuksesan jangka panjang kami sebagai perusahaan,” ujar perwakilan perusahaan dalam email.

Adapun, kabar ini sangat mengejutkan. Pasalnya, MPL baru saja mengakuisisi platform streaming GamingMonk pada April 2021. Sebagai bagian dari transaksi, MPL menyerap seluruhnya tim GamingMonk. Disinyalir, sebagian besar karyawan yang terkena PHK ini berasal dari GamingMonk. 

Sai Srinivas dan Shubh Malhotra juga menjelaskan alasan keluar dari Indonesia dalam email tersebut. Menurut mereka, MPL melihat profil pengembalian yang hanya sebagian kecil dari apa yang mereka harapkan, meskipun telah berinvestasi dalam jumlah banyak untuk operasional di Indonesia.

Di mana MPL memberhentikan 100 karyawan dari berbagai divisi, di mana mewakili sekitar 10 persen dari total tenaga kerja.  Disebutkan pemutusan kerja ini terjadi di divisi streaming. MPL pun mengatakan pihaknya akan tetap bertanggung jawab dengan memberikan karyawan paket pesangon lengkap dan tunjangan lainya.

PHK ini terjadi delapan bulan setelah MPL mengumpulkan US$150 juta dalam putaran pendanaan yang membuat MPL menyabet posisi sebagai unicorn di India.Baru-baru ini, MPL berkelana ke penerbitan game dengan peluncuran Mayhem Studios dan masuknya ke pasar Amerika Serikat dan Eropa. Pendiri menyebutkan bisnis MPL di sana memiliki pendapatan positif dalam waktu sembilan bulan sejak diluncurkan.

Mengutip dari situs Crunchbase, total pendanaan MPL sebesar US$375.5 juta dengan 19 investor di antaranya Base Partners, Susquehanna International Group (SIG), Go-Ventures, Accrete Capital, Moore Strategic Ventures, Telstra Ventures, Play Ventures, Legatum, dan RTP Global. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper