Grab Lakukan Investigasi Internal Terkait Masalah Calon Mitra Tunarungu Diusir saat Wawancara

Restu Wahyuning Asih
Rabu, 27 April 2022 | 15:58 WIB
Logo angkutan online Grab/Reuters-Edgar Su
Logo angkutan online Grab/Reuters-Edgar Su
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Grab Indonesia menyesalkan adanya masalah terkait calon mitra penyandang disabilitas yang mendapat perlakuan buruk saat wawancara.

Dalam hal ini, Grab sedang melakukan investigasi internal terkait kejadian yang menimpa salah satu calon mitra Grab di Cakung pada Selasa, 26 April 2022.

Grab pun menyampaikan permohonan maaf kepada korban yang merasa dirugikan akibat kejadian tersebut. Sebagai tindak lanjut, Grab membebastugaskan karyawan yang terlibat sebagai proses investigasi lanjutan.

"Proses investigasi akan diselesaikan paling lambat dalam 3 (tiga) hari ke depan dan hasilnya akan diinformasikan ke publik," kata Mayang Schreiber, Chief Communications Officer of Grab Indonesia, dalam keterangan resminya.

Grab juga telah menyampaikan permohonan maaf dan bertemu secara langsung dengan calon mitra terkait pada Rabu (27/4/2022).

Di samping itu, pihaknya juga melakukan perbaikan prosedur pendaftaran bagi mitra penyandang disabilitas agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari.

Selanjutnya, diberlakukan pembaruan prosedur dan pelatihan internal bagi karyawan Grab yang bertugas melayani mitra dan calon mitra penyandang disabilitas. Hal tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam 3 (tiga) bulan ke depan.

Hal lain yang akan dilakukan Grab yakni menghadirkan penerjemah bahasa isyarat untuk membantu proses rekrutmen calon mitra penyandang disabilitas.

"Grab meneruskan konsultasi dengan GERKATIN dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dalam pelaksanaan program kemitraaan dengan penyandang disabilitas," lanjutnya.

Viral di media sosial

Seperti diketahui, cerita mengenai pengalaman wawancara calon mitra tuna rungu Grab Indonesia viral di media sosial.

Dari unggahan yang diunggah oleh akun Instagram @tagorenatadiningrat, calon mitra Grab disebut diusir oleh satpam saat hendak wawancara.

Akun tersebut mengatakan bahwa anaknya memiliki keterbatasan mendengar namun diperlakukan buruk oleh pihak Grab.

Dari ceritanya, anaknya yang bernama Tonan hendak datang untuk interview di tempat pendaftaran mitra Grab Indonesia Cakung.

Tonan pun menunjukkan surat undangan wawancara kerja dan bertemu pihak satpam. Namun dirinya justru diusir oleh satpam.

Yang mengejutkan, Tonan diminta membaca oleh pegawai di mana sudah tertulis keterangan bahwa Tonan adalah penyandang disabilitas.

"Sampai akhirnya diperbolehkan masuk bertemu salah satu pegawai yang lagi2 merendahkan anak saya yang jelas2 sudah tertulis bahwa anak saya tuli (disable). Disuruh membaca dengan jelas dan keras, anak saya mengikuti," tulis akun @tagorenatadiningrat yang merupakan ayah dari Tonan.

Setelah melakukan hal tersebut, pihak Grab mengatakan bahwa lowongan tidak dibuka bagi penyandang cacat.

Cerita tersebut akhirnya viral di media sosial hingga mendapatkan banyak kritikan pedas dari netizen. Para pengguna internet pun meminta Grab melakukan klarifikasi atas kejadian ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper