Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indosat Pikir-Pikir Naikkan Tarif Layanan usai PPN Naik

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) masih mengkaji potensi penyesuaian tarif layanan ketika kenaikan tarif PPN berlaku.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  00:49 WIB
Indosat Pikir-Pikir Naikkan Tarif Layanan usai PPN Naik
Pengunjung mencari informasi di salah satu gerai Indosat Ooredoo di Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengaku masih mengkaji potensi menaikkan tarif layanan usai adanya kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen per 1 April 2022.

Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Buldansyah mengatakan ada tiga hal yang mempengaruhi tarif layanan kepada pelanggan. Ketiga hal itu adalah faktor biaya, kompetisi harga, dan kemampuan masyarakat untuk membeli.

"Setiap yang kita jual kita harus memungut pajak dari pelanggan. Sekarang dilihat praktisnya gimana sih kalau [PPN] naik 1 persen [dari sebelumnya 10 persen menjadi 11 persen] itu," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (13/3/2022).

Danny, sapaan akrabnya menuturkan, PPN merupakan kewajiban pembayaran pajak yang dibebankan langsung kepada pembeli layanan, termasuk kepada perusahaan setiap kali belanja kebutuhan operasional.

Menurut dia, besar kecilnya dampak kenaikan ini akan bergantung pada harga produk yang dibeli. Semakin murah harganya, maka penambahan PPN yang dibayarkan juga tidak terlalu terasa.

"PPN ini ada dua, pertama yang menjadi kewajiban pelanggan, kedua kewajiban kita ketika membeli barang untuk membiayai operasional. Itu yang juga harus dihitung dan itu yang jadi cost operasional. Biayanya itu 1 persen kalau dipikir-pikir cukup besar loh [untuk cost]. Misalnya kita ada operator yang satu bulannya bisa belanja Rp5 triliun satu bulan bahkan lebih, 1 persennya gede loh. Itu akan jadi biaya yang luar biasa," ucap Danny.

Dengan begitu dia menilai, untuk menjaga profitabilitas perusahaan sehingga bisa tetap menjaga kualitas layanan, bisa saja tarif layanan dinaikkan tapi kenaikan harganya bervariasi.

Danny menambahkan, adanya kenaikan cost maka akan berpengaruh pada kenaikan harga layanan. Namun demikian pihaknya masih akan memperhitungkan sejumlah hal terkait pengaruh tersebut.

"Kita akan ikut apa kata pemerintah, kan itu regulasi yang sudah dipikirkan matang. Kalau ditanya setiap kenaikan tentunya kita nggak suka tapi kan kita juga harus mendukung pemerintah selama itu adalah adil," imbuhnya.

SVP-Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang turut menegaskan bahwa IOH masih mengkaji perihal tarif tersebut. Dia memastikan perusahaan fokus pada tiga hal, yakni harga yang transparan, produknya simpel dan mudah dipahami, serta relevan dengan kebutuhan saat ini.

Dia mengaku saat ini belum ada keputusan dari berbagai hal mengenai penyesuaian tarif. Namun yang paling penting adalah bagaimana kualitas layanan terjaga dan masyarakat paham dengan produk yang ditawarkan.

"Saya nggak mau ngomong kami akan menaikkan tarif ya, tapi berbagai keputusan pemerintah yang harus diadopt harusnya tidak mengurangi kualitas masyarakat. Masyarakat sudah merasakan kualitasnya otomatis itu harus dipertahankan. Jangan sampai kualitasnya yang diturunkan," tutur Steve.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat ppn operator telekomunikasi
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top