Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brick Umumkan Raih Pendanaan Hingga Rp122 Miliar

Perusahaan teknologi finansial (tekfin) penyedia Application Programming Interfaces (API), Brick mengumumkan meraih pendanaan sebesar US$8,5 juta atau sekitar Rp122 miliar.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  23:56 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan teknologi finansial (tekfin) penyedia Application Programming Interfaces (API), Brick mengumumkan meraih pendanaan sebesar US$8,5 juta atau sekitar Rp 122 miliar.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh modal ventura global Flourish Ventures dan Antler serta diikuti oleh Trihill Capital.Nama yang disebutkan terakhir juga terlibat dalam pembiayaan sebelumnya. Juga ada Better Tomorrow Venture dan Rally Cap Ventures.

Co-founder & CEO Brick Gavin Tan menyampaikan, pendanaan tersebut bakal dipakai perusahaan untuk membangun open finance dan inklusi keuangan di Asia Tenggara dan memberdayakan generasi fintech selanjutnya melalui infrastruktur dengan biaya efektif dan mudah.

"Brick tengah membangun infrastruktur fintech untuk perusahaan teknologi di Asia Tenggara dan kami senang melihat kepercayaan investor pada perkembangan startups Indonesia, khususnya sektor fintech, yang ditunjukkan melalui investasi ini," tuturnya lewat pernyataan resmi, Minggu (20/2/2022).

Lebih lanjut, dia menjelaskan pendanaan tersebut akan membantu perusahaan untuk tumbuh dengan cepat, mengembangkan platform teknologi mereka untuk menawarkan beragam produk baru.

“Bahkan, pendanaan ini dapat mendukung lebih banyak pengembang dan rintisan di Asia Tenggara untuk membangun layanan keuangan yang inklusif,” ujarnya. 

Sekadar informasi, Brick didirikan pada 2020 oleh Gavin Tan dan Deepak Malhotra (CTO), di mana Gavin merupakan salah satu karyawan terawal Aspire dan Deepak sebelumnya membangun neobank unicorn pertama untuk millenial di India sebagai co-founder dan CTO di Slice.

Dia menyebutkan, terdapat ribuan pengembang di Indonesia yang sudah bekerja sama dengan Brick dan memiliki lebih dari 50 klien termasuk beberapa perusahaan fintech diantaranya Sinarmas Group dan Astra Financial.

Sementara itu, Brick telah mendukung lebih dari 13 juta panggilan API dan 1 juta konsumen setiap bulannya. Perusahaan bertugas membangun Application Programming Interfaces (APIs) untuk fintech dan perusahaan teknologi.

Adapun, API Brick memudahkan platform fintech untuk menawarkan jasa pembayaran, kredit, investasi dan asuransi kepada konsumen dengan menghubungkan platform mereka dengan sumber data yang bersifat hyper-local.

Penerapannya adalah, ketika konsumen ingin mengajukan pinjaman, teknologi Brick dapat menghubungkan platform dengan akun keuangan pengguna, atau mengumpulkan data dompet digital dan data ketenagakerjaan untuk membantu mempercepat proses pengajuan pinjaman.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp investasi startup
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top