Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Empat Alasan Operator Data Center Harus Memprioritaskan Sustainability

Sebagai industri yang mengkonsumsi 1-21 persen dari total energi, efisiensi adalah langkah pertama bagi data center menuju sustainability.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  20:07 WIB
Empat Alasan Operator Data Center Harus Memprioritaskan Sustainability
Ilustrasi data center.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai industri yang mengkonsumsi 1-21 persen dari total energi, efisiensi adalah langkah pertama bagi data center menuju sustainability.

Sekarang ini banyak perusahaan menggunakan istilah efisiensi dan sustainability secara bergantian, tetapi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendefinisikan sustainaibility sebagai pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

White Paper terbaru dari Schneider Electric membahas empat alasan utama mengapa operator Data Center dan penyedia Colocation khususnya harus memprioritaskan sustainability.

Colocation adalah solusi layanan data center yang menawarkan space untuk rak perangkat IT perusahaan di ruang tersendiri (dedicated colocation) maupun di ruang berbagi (share colocation), yang didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti sistem listrik, pendingin, dan keamanan.

Persyaratan Pelanggan Colocation

Alasan pertama yang perlu digarisbawahi oleh operator Data Center dan penyedia Colocation untuk memprioritaskan sustainability adalah kebutuhan pelanggan.

Menurut data terbaru dari 451 Research, pelanggan / penyewa Colocation mensyaratkan adanya komitmen sustainability dalam kontrak kerja mereka. Saat ini banyak perusahaan, termasuk perusahaan internet besar, yang mencanangkan target net-zero emission dan harus memberikan laporan emisi GRK Cakupan 3, termasuk emisi dari supplier mereka seperti penyedia layanan Colocation yang sudah mereka tunjuk.

Peraturan Pemerintah

Alasan utama kedua penyedia Colocation harus memprioritaskan sustainability adalah Peraturan Pemerintah.

Instansi pemerintah telah mengawasi industri Data Center selama bertahun-tahun atas penggunaan bahan kimia sebagai pendingin dalam peralatan HVAC, gas sulfur heksafluorida yang lebih dikenal sebagai SF6, dan pengelolaan pengembangan dan penggunaan sumber daya. Penting bagi operator Data Center untuk memahami dampak lingkungan dari elemen-elemen ini dan memasukkan tindakan yang tepat dalam rencana sustainability-nya.

Mari kita lihat lebih dekat SF6. Gas fluorinated buatan manusia yang telah digunakan selama beberapa dekade di switchgear tegangan menengah (MV) yang ditemukan di Data Center dan aplikasi lainnya. Sifat-sifat SF6 membuatnya sangat cocok untuk pemutusan arus listrik dan isolasi. Sayangnya, gas ini memiliki dampak signifikan terhadap pemanasan global karena merupakan satu-satunya gas rumah kaca terkuat. Mengingat gas ini diperkirakan tetap berada di atmosfer dalam waktu yang sangat lama hingga 3.200 tahun. Pemerintah di beberapa negara telah mengambil tindakan untuk mulai mengurangi penerapan peralatan yang menggunakan SF6 dan, sebagai persiapan, perusahaan tengah mempertimbangkan alternatif komponen bebas SF6.

Kebijakan ini kemungkinan akan semakin banyak diterapkan di berbagai negara di dunia dan mengeluarkan rekomendasi keberlanjutan, yang berpotensi menjadi persyaratan peraturan di masa depan. Untuk informasi lebih lanjut tentang SF6 dan alternatifnya, baca white paper Schneider Electric “How SF6 Alternatives and Digital Technologies Combine to Empower Electricity Decarbonization and Efficiency.”

Investasi ESG

Alasan utama mengapa penyedia Colocation harus memprioritaskan keberlanjutan adalah investasi ESG.

Saat ini lebih banyak dana investasi tersedia untuk perusahaan yang mengurangi dampak lingkungan mereka dan membuat komitmen ESG mereka jelas – lugas dan sederhana. Sebagian besar perusahaan publik menerbitkan laporan sustainability dan mengadopsi komitmen mereka dalam struktur tata kelola perusahaan. Pendanaan tersedia melalui obligasi dan beberapa lembaga pemerintah akan menawarkan pembiayaan dalam bentuk pinjaman, hibah, dan sumber lain untuk proyek yang mengurangi jejak karbon atau meningkatkan efisiensi energi.

Sustainability sebagai Tanggung Jawab Bisnis

Makna sustainability lebih dari menggunakan lebih sedikit atau berbuat baik. Sangat penting untuk mengatasi tantangan terbesar abad ini, yaitu darurat iklim. Dan menjadi tanggung jawab bisnis bagi operator Data Center yang ingin mengungguli persaingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

data center schneider electric
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top