Ternyata! Begini Perilaku Netizen Indonesia saat Mengakses Internet

Ahmad Thovan Sugandi
Kamis, 20 Januari 2022 | 18:05 WIB
Ilustrasi mengakses internet./ Dok. Biznet
Ilustrasi mengakses internet./ Dok. Biznet
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis pola perilaku masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan akses internet dan teknologi digital.

Survei tersebut dilaksanakan pada Oktober 2021, dengan melibatkan 10.000 responden dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Usia responden survei literasi digital ini berada pada rentang 13 tahun hingga 70 tahun, dengan 12,9 persen responden berusia 13-17 tahun dan 87,1 persen berusia 18-70 tahun, dikutip dari laman resmi survei pada, Kamis (20/1/2022).

Mayoritas responden merupakan lulusan SMA atau sederajat (50,1 persen) dan berasal dari Social Economy Status (SES) C (58,7 persen).

Socio Economic Status (SES) adalah sebuah klasifikasi yang memetakan keluarga berdasarkan kemampuan ekonomi dan status sosialnya. Klasifikasi SES C merupakan keluarga dengan pendapatan Rp2 juta hingga Rp4 juta.

Survei tersebut mengungkapkan, dari keseluruhan responden, sekitar 91,8 persen mengakses internet dan media sosial melalui paket internet pada perangkat smartphone.

Selain itu kebanyakan orang pada 2021 merogoh kantong Rp50.000 – Rp100.000 per bulan untuk akses internet. Disebutkan, ada periode tertentu pengguna media sosial dan internet di Indonesia sangat aktif.

Mayoritas responden mengakses internet pada pukul 19.01 – 21.00 yaitu jam setelah aktivitas sehari-hari, dan kedua terbesar pada pukul 07.01 – 10.00 di pagi hari atau jam sebelum dimulainya aktivitas harian.

Sudah menjadi kewajaran, sekitar 91,2 persen penggunaan internet adalah untuk mengirim pesan singkat ke orang lain melalui aplikasi digital. Adapun untuk layanan perbankan, penggunaan layanan keuangan digital masih tergolong rendah yaitu di rentang 3 persen -16 persen.

Terlebih lagi, mayoritas responden telah menggunakan ATM serta rekening bank. Dengan itu frekuensi penggunaan dompet digital oleh sebagian responden ini hanya satu kali dalam sebulan.

Untuk penggunaan e-commerce, aplikasi yang paling banyak digunakan di antara responden adalah Shopee (74,7 persen), Lazada (45,6 persen), serta Tokopedia (18,6 persen). Namun, frekuensi berbelanja melalui e-commerce oleh mayoritas responden pun hanya satu kali dalam sebulan.

Secara nasional, ada 3 media sosial yang paling banyak digunakan, yaitu Whatsapp, Facebook, dan Youtube. Namun secara durasi, ada 3 media sosial yang menempati posisi 3 teratas, yaitu Whatapp, Tiktok, dan Instagram.

Masyarakat Indonesia sangat tergantung dengan media sosial untuk mendapatkan informasi. Hal itu tercermin dalam data survei yamg menunjukkan sekitar 73 persen responden mengakses informasi utama dari media sosial.

Media sosial juga menempati urutan kedua (22,4 persen) sebagai sarana paling dipercaya untuk mendapatkan informasi. Adapun urutan pertama adalah televisi (47 persen), disusul laman pemerintah di posisi ketiga (17,9 persen), dan kanal berita dari di posisi keempat (8 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper