Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Internet Satelit LEO OneWeb Incar Pasar Korporasi dan Pemerintahan

OneWeb akan mengincar pasar korporasi dan pemerintahan terkait dengan layanan internet cepat berbasis satelit.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  23:12 WIB
Ilustrasi satelit. -  Dok. KARI
Ilustrasi satelit. - Dok. KARI

Bisnis.com, JAKARTA - OneWeb, perusahaan penyedia komunikasi satelit orbit bumi rendah, menggandeng mitra distribusi pertamanya di Indonesia yaitu PT Dwi Putra Tunggal (DTP), untuk memberikan layanan internet cepat berbasis satelit.

Keduanya akan berkolaborasi untuk memberikan layanan internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mereka mengincar pasar korporasi dan pemerintahan.

Chief of Delivery and Operations OneWeb Michele Franci mengatakan OneWeb akan menyediakan konektivitas bandwidth tinggi dan latensi rendah ke kepulauan Indonesia yang sulit dijangkau.

Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah awal yang dilakukan keduanya adalah membangun portal jaringan satelit di Serang, Banten.

"Ketika [portal jaringan satelit] diaktifkan dan diterapkan, akan memungkinkan DTP untuk menghubungkan pemerintahan dan sektor bisnis ke OneWeb, dan memungkinkan layanan seperti serat optik ke bagian kepulauan Indonesia," kata Franci dalam siaran pers, Selasa (21/12/2021).

Sekadar informasi, dengan mengorbit diketinggian yang rendah, OneWeb dapat menyuntikan internet dengan latensi mencapai 50 milidetik, atau sebelas kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan satelit GEO yang mencapai diatas 560 milidetik.

Makin rendah sebuah latensi, maka makin bagus karena pengguna akan makin nyaman saat menggunakan internet karena data dapat terkirim dengan cepat. Satelit ini akan memberikan pengalaman berinternet seperti menggunakan jaringan 4G, dengan ketersediaan layanan mencapai 99,7 persen.

Ketika beroperasi pada Oktober 2022, OneWeb akan mengobitkan sekitar 648 satelit ukuran kecil yang mengelilingi bumi di ketinggian 1.200 kilometer.

Sementara itu mengenai portal jaringan satelit, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesian Digital Empowerment Community (Idiec) Ariyanto A. Setyawan mengatakan lokasi pengendali satelit harus jauh dari kondisi perkotaan yang padat. Tujuannya, untuk menghindari interferensi (gangguan) frekuensi dan halangan gedung.

Hanya saja saat membangun di daerah yang jauh dari perkotaan, seperti persawahan, perusahaan pembangun infrastruktur harus dapat memastikan daerah tersebut teraliri listrik.

"Tantangannya paling dari sisi akses jalan, kelistrikan dan akses jaringan, yang harus dibangun lebih jauh," kata Ariyanto.

Di samping itu, kata Ariyanto, hal lain yang harus dipersiapkan adalah perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi yang bersifat administratif dan teknis.

Sejumlah persyaratan administratif harus dipenuhi seperti hak labuh, izin penyedia layanan internet, izin jaringan tertutup, izin frekuensi dan lain lain. Adapun persyaratan teknis yang harus dipenuhi seperti izin operasi.

"Jika izin operasinya telah didapat, secara teknis bisa langsung beroperasi dan komersial," kata Ariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top