Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Jadi Saksi Perjanjian Proyek Pusat Data 1.000 MW di Indonesia

Presiden Jokowi menjadi saksi dalam proyek pusat data berkapasitas 1.000 megawatt di Indonesia antara PT Smartfren Tbk, Group 42, dan PT Amara Padma Sehati.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 05 November 2021  |  09:35 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka Indonesia National Day World Expo 2020 Dubai - Gajah Kusumo/Bisnis
Presiden Joko Widodo saat membuka Indonesia National Day World Expo 2020 Dubai - Gajah Kusumo/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menjadi saksi dalam salah satu perjanjian investasi perusahaan asal Abu Dhabi untuk pembangunan pusat data berkapasitas 1.000 megawatt di Indonesia.

Adapun, PT Smartfren Tbk. menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan yang bergerak di bidang artificial intelligence (AI) dan cloud computing asal Abu Dhabi, Group 42 (G42) serta mitra lokal asal Indonesia PT Amara Padma Sehati (APS) yang akan berperan sebagai salah satu rekanan lokal.

Pertukaran dokumen perjanjian tersebut dilakukan antara Chairman dan CEO Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky Oesman Widjaja dan CEO G42 Peng Xiao dalam sebuah acara yang digelar di Expo Dubai Kamis (4/11/2021) yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri UEA dan Ruler of Dubai HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Chairman & CEO, Sinar Mas Telecommunications & Technology Franky Oesman Widjaja mengatakan kesepakatan tersebut atas kebutuhan akan pentingnya pusat data sebagai tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia.

Saat ini kebutuhan pusat data di Indonesia berkembang sangat pesat. Pembangunan infrastruktur pusat data di dalam negeri yang memadai menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

Pasalnya dengan menggunakan pusat data yang berada di dalam negeri akan memberi kemampuan untuk akses data yang lebih mudah, cepat dan aman dan akan melengkapi serta memperkuat ekosistem digital untuk mendukung pengembangan ekonomi digital yang sangat pesat serta menciptakan lapangan kerja yang besar dibidang digitalisasi dan industri 4.0.

Menurut dia, merupakan kunci perwujudan ketahanan, keamanan dan kedaulatan data nasional menuju ekonomi digital Indonesia.

"Kami optimis, kerja sama ini akan mewujudkan pembangunan pusat data di tanah air dan menjaga kedaulatan data nasional yang sedang dilakukan pemerintah. Selain itu, berkembangnya pusat data ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, juga akan memacu inovasi sektor industri 4.0 di Tanah Air," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Kamis (4/11/2021).

CEO G42 Peng Xiao menjelaskan pihaknya dan Etisalat baru-baru ini melakukan penggabungan bisnis pusat data mereka untuk menciptakan penyedia pusat data terbesar di UEA dengan kapasitas sekitar 300MW yang sedang dibangun.

"Dengan kemampuan kami dalam hal Cloud Computing, kami di G42 senang dan siap bekerja sama dengan Smartfren serta mitranya untuk mendukung pengembangan strategis infrastruktur digital Indonesia sesuai dengan standar internasional tertinggi untuk desain fasilitas, operasi, serta privasi dan keamanan data," jelasnya.

Nantinya, Smartfren dan perusahaan afiliasinya Moratel yang bergerak di penyedia konektivitas berbasis fiber optic, akan berkolaborasi dengan APS dan G42 yang akan berperan sebagai mitra strategis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pusat data
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top