Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aditif: Banyak Merger dan Kolaborasi Startup 10 Tahun ke Depan

Aditif memprediksi akan banyak merger dan kolaborasi startup hingga 10 tahun ke depan.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  18:08 WIB
Merger - Ilustrasi
Merger - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Merger dan kolaborasi antar startup lintas sektor diprediksi semakin banyak dalam 10 tahun ke depan untuk memperluas cakupan bisnis mereka.

Ketua Umum Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif) Saga Iqranegara mengatakan dekade ini menjadi momentum merger dan kolaborasi antar startup mengingat Gojek dan Tokopedia sukses dengan GoTo. Tren pendanaan bukan menjadi fokus utama, para pelaku justru akan berusaha mencari kolaborasi yang tepat.

"Prediksi saya justru akan semakin banyak [merger]. Bagi para pelaku itu merupakan startegi yang menarik," ujarnya, Selasa (26/10/2021).

Dia berpendapat untuk 10 tahun ke depan sektor fintech dan edutech akan berkembang pesat. Hal itu lalu diikuti oleh sektor lain yang menunjang kedua sektor tersebut ataupun sebaliknya.

Saga menyebut semua itu tidak lepas dari kondisi pandemi yang melanda sejak tahun lalu. Adanya pandemi sangat berpengaruh mengubah pola dan gaya hidup masyarakat, terutama terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok, kegiatan ekonomi masyarakat serta cara belajar dan bekerja.

Perubahan tersebut, lanjutnya, dapat berlangsung bertahun-tahun bahkan permanen, sehingga startup yang terkait dengan perubahan tersebut punya potensi untuk tumbuh pesat hingga 10 tahun ke depan.

Saga menuturkan dominasi startup di Indonesia dan Singapura sulit tergantikan di kawasan Asean bahkan hingga 10 tahun mendatang. Negara lain tetap berpotensi melahirkan startup, tetapi tidak akan sebanyak kedua negara tersebut.

Alasannya, sumber pendanaan dan jumlah pasar kedua negara tersebut sulit untuk ditandingi oleh negara lain di kawasan.

Pemain startup, ujarnya, bakal tetap mengejar status unikorn pada dekade mendatang sejalan dengan pasar yang masih terbuka lebar dan pola hidup masyarakat yang berubah.

Kendati demikian, Saga mengataakn status unikorn tidak menjadi patokan utama sebuah startup untuk dapat bersaing mendapatkan investasi dan berkolaborasi dengan sektor lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top