Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satelit Nano Buatan Indonesia Ditarget Meluncur April 2022

Satelit tersebut berbentuk kubus dengan ukuran 10x10x10cm dan berat sekitar 1 kilogram. Jika tidak ada halangan, satelit ini akan dikirim ke Jepang pada Desember 2021. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  20:48 WIB
Satelit Nano Buatan Indonesia Ditarget Meluncur April 2022
Stasiun bumi Satelit Satria. - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana meluncurkan Satelit berukuran kecil atau Satelit Nano pada April 2022 di Jepang. Satelit tersebut saat ini memasuki tahap akhir pengembangan. 

Plt. Kepala Pusat Teknologi Satelit, Organisasi Riset Penerbangan & Antariksa BRIN Wahyudi Hasbi mengatakan Indonesia saat ini sedang mengmbangkan Satelit Nano. 

Satelit tersebut berbentuk kubus dengan ukuran 10x10x10cm dan berat sekitar 1 kilogram. Jika tidak ada halangan, satelit ini akan dikirim ke Jepang pada Desember 2021. 

“Rencana saat ini, Desember harus dikirim ke Jepang, lalu menunggu slot peluncuran roket dengan space-X pada april 2022,” kata Wahyudi kepada Bisnis, Senin (25/10/2021). 

Meski direncanakan meluncur pada April 2022, kata Wahyudi, target tersebut masih berpotensi berubah. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses peluncuran antara lain, kesiapan roket peluncur dan cuaca. 

“Bisa jadi rencana ini berubah juga tergantung kesiapan slot peluncurannya juga dan faktor lainnya,” kata Wahyudi. 

Adapun mengenai pemanfaatan satelit nano nanti, kata Wahyudi, biasanya digunakan untuk penelitian dan banyak digunakan oleh kampus-kampus serta perusahaan rintisan untuk melakukan pengembangan satelit awal. 

“Karena platform kecil ini biaya peluncurannya juga lebih murah, berkisar US$30.000- US$40.000/kg,” kata Wahyudi. 

Sekadar informasi, satelit Nano dikembangkan dengan melibatkan banyak pihak. Komponen berasal dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Kemudian ada juga keterlibatan perguruan tinggi yaitu Universitas Surya, bersama Lapan dalam hal pengembangan satelit.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiapkan dari sisi slot orbit. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo satelit
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top