Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal SS1, Satelit Cube untuk Penelitian Ruang Angkasa Milik RI

SS1 merupakan merupakan inisiasi pertama program pengembangan nanosatelit yang dilakukan oleh mahasiswa S1 Universitas Surya. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  19:43 WIB
Desain SS-1  -  Sumber: suryasatellite1.wixsite.com
Desain SS-1 - Sumber: suryasatellite1.wixsite.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berencana meluncurkan Surya Satelit-1 atau SS-1.  Satelit yang dikembangkan oleh Universitas Surya ini memiliki berat 1 kilogram dan akan mengorbit pada ketinggian 400 kilometer dari permukaan bumi.

Dilansir dari situs Surya Satelit 1, SS1 merupakan merupakan inisiasi pertama program pengembangan nanosatelit yang dilakukan oleh mahasiswa S1 Universitas Surya. 

Dalam program ini, Universitas Surya bekerjasama dengan Center for Robotics and Intelligence Machine (CRIM), Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI), Badan Dirgantara Indonesia (LAPAN), dan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA).

Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) telah memilih Surya Satellite 1 untuk putaran ketiga program UNOOSA-JAXA KiboCUBE. 

KiboCUBE adalah inisiatif yang menawarkan lembaga pendidikan dan penelitian dari negara berkembang kesempatan untuk menyebarkan satelit kubus (CubeSats) dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Surya satelit I memiliki misi sebagai fasilitas penelitian ruang orbit rendah dan menyediakan komunikasi Automatic Packet Reporting System (APRS) untuk situasi darurat. SS1 juga memiliki misi sebagai pemicu riset nasional pengembangan satelit nano. 

Tidak hanya itu, SS1 juga memiliki fungsi penting mulai dari transfer data dan pengumpulan data untuk bencana alam. 

Selanjutnya, satelit ini dapat digunakan sebagai sarana komunikasi bagi seluruh laboratorium universitas, perusahaan, dan amatir radio di seluruh Indonesia. 

Kegunaan praktis lain dari satelit ini termasuk pelacakan posisi mobil, pejalan kaki, perahu nelayan, dan bahkan hotspot di hutan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satelit
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top