Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asteroid Sebesar 2 Kali Big Ben akan Memasuki Orbit Bumi Pekan Ini

Penelitian oleh para ilmuwan dari Southwest Research Institute di Colorado, menunjukkan bahwa objek pembunuh itu hampir pasti adalah batu ruang angkasa primitif gelap raksasa dari bagian terluar sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 25 Agustus 2021  |  10:11 WIB
Asteroid - huffingtonpost
Asteroid - huffingtonpost

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah asteroid berukuran besar, dua kali lebih besar dari Big Ben, sebuah lonceng besar di tengah menara jam yang terletak di sebelah utara Istana Westminster, Inggris, akan memasuki orbit Bumi minggu ini.
 
Dijuluki 2021 PT, asteroid ini akan melakukan pendekatan pada Minggu, 29 Agustus, menurut pelacakan NASA. Asteroid ini memiliki diameter 110m hingga 240m, sedangkan Big Ben hanya 96m. Dia melaju dengan kecepatan lebih dari 16.000 mph, tetapi akan melewati Bumi pada jarak lebih dari tiga juta mil.
 
Sebagai perbandingan, bulan berjarak 238.855 mil dari kita.
 
Hal ini digolongkan sebagai asteroid Apollo, "orbit asteroid dekat Bumi yang melintasi orbit Bumi mirip dengan 1862 Apollo".
 
Melansir Daily Star, Rabu (25/8/2021), asteroid lain yang dilacak oleh NASA adalah 2011 UC292. Ini memiliki diameter yang lebih kecil dari 73m hingga 160m, tetapi melaju dengan kecepatan lebih cepat 19.103mph. Namun, dia juga akan melewati Bumi pada jarak aman lebih dari dua juta mil pada Selasa, 24 Agustus.
 
Dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan percaya bahwa mereka mungkin lebih dekat untuk mengidentifikasi asal-usul asteroid yang memusnahkan dinosaurus.
 
Sejak akhir 1970-an, para peneliti semakin yakin bahwa batu luar angkasa itu mendarat di dekat Semenanjung Yucatán di Meksiko.
 
Asteroid itu menabrak Bumi dengan kecepatan lebih dari 67.000 mph, membentuk kawah tumbukan Chicxulub selebar 93 mil, dan hancur total oleh tabrakan.
 
Tapi itu meninggalkan lapisan-lapisan tanah liat kaya iridium di batas antara periode Kapur dan Paleogen, 66 juta tahun yang lalu.
 
Iridium, logam yang biasanya hanya ditemukan jauh di bawah tanah di Bumi, diketahui umum di asteroid.
 
Penelitian oleh para ilmuwan dari Southwest Research Institute di Colorado, menunjukkan bahwa objek pembunuh itu hampir pasti adalah batu ruang angkasa primitif gelap raksasa dari bagian terluar sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.
 
Disebut asteroid gelap karena komposisi kimianya membuat mereka hampir tidak terlihat dalam kegelapan ruang angkasa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi asteroid tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top