Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASO Tahap I Diundur 8 Bulan, Penerima STB Perlu Ditambah 3 Kali Lipat

Meski pemerintah telah menyiapkan 6,7 juta STB untuk dibagikan kepada masyarakat tidak mampu, jumlah tersebut tidak cukup dan harus ditambah. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Agustus 2021  |  12:09 WIB
Keluarga menonton televisi di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis(2/11).  - JIBI/Rachman
Keluarga menonton televisi di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis(2/11). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Data penerima Set Top Box (STB) dinilai sudah tidak relevan. Jumlah penerima STB harus ditambah dari 6,7 juta penerima menjadi minimal sebanyak 20 juta penerima saat analog switch off (ASO) tahap I dieksekusi pada April 2022. 

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan ketersediaan STB merupakan kunci keberhasilan dalam migrasi siaran analog ke digital. 

Meski pemerintah telah menyiapkan 6,7 juta STB untuk dibagikan kepada masyarakat tidak mampu, jumlah tersebut tidak cukup dan harus ditambah. 

Berdasarkan catatannya, jumlah masyarakat miskin, rentan miskin dan menuju miskin saat ini sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia, oleh sebab itu angka 6,7 juta STB perlu ditambah minimal 20 juta atau tiga kali lipat dari yang ada saat ini.  

"Minimal jumlah STB yang perlu disediakan sesuai jumlah penerima bantuan sosial sekitar 20 juta," kata Heru, Rabu (18/8/2021).

Heru menambahkan meski harga STB hanya sekitar Rp200.00-an, bagi sejumlah masyarakat mengeluarkan uang senilai itu untuk membeli STB merupakan hal yang berat, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. 

Masyarakat butuh subsidi agar dapat memiliki STB sehingga mereka tetap mendapat hiburan gratis di tengah pandemi.

Heru menilai terdapat beberapa kunci sukses ASO tahap I antara lain, menyiapkan masyarakat terutama dengan STB, memastikan televisi yang dijual sudah digital dan juga konten yang menarik. 

Konten harus dapat mencerdaskan dan menghibur dengan konsep yang berbeda dari TV analog agar memancing masyarakat mau beralih ke digital. 

“Migrasi tidak boleh dilakukan sebelum masyarakat siap. Kalau belum siap masyarakat, yang nonton TV digital tidak akan ada,” kata Heru.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi tv digital televisi analog
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top