Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Muda Motor Penggerak Industri Gim e-Sport

Dari total 274,5 juta pemain gim (gamers) di Asia Tenggara pada 2021, Indonesia berkontribusi sekitar 43 persen.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 05 Agustus 2021  |  17:57 WIB
Para gamer dari dua tim e-sport berbeda sedang berkompetisi memainkan Call of Duty di Tokaigi Game Party Japan di Chiba, Jepang, Sabtu (26/1/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Para gamer dari dua tim e-sport berbeda sedang berkompetisi memainkan Call of Duty di Tokaigi Game Party Japan di Chiba, Jepang, Sabtu (26/1/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi olahraga elektronik (e-sport), EVOS Esport meyakini anak muda berusia di bawah 18 tahun menjadi motor penggerak dari ekosistem industri gim, khususnya olahraga elektronik. 

Co-Founder & Chief Marketing Officer EVOS Esports Michael Wijaya mengatakan Indonesia merupakan negara pendorong utama pertumbuhan industri olahraga elektronik di Asia Tenggara. 

Penyebabnya, dari total 274,5 juta pemain gim (gamers) di Asia Tenggara pada 2021, Indonesia berkontribusi sekitar 43 persen. 

“Data EVOS juga menunjukan bahwa e-sports ini juga sangat diminati oleh kalangan anak muda dimana sekitar 58 persen dari penggemar industri ini berasal dari anak muda berusia di bawah 18 tahun,” katanya, Kamis (5/8/2021). 

Sedangkan, dia melanjutkan sekitar 41 persen atau dari pemain dari olahraga elektronik berasal dari kalangan milenial berusia 19—29 tahun. 

Selain itu, dia mengatakan besarnya jumlah pemain gim di Indonesia juga menyumbang pendapatan terbesar senilai US$2,08 miliar atau sekitar Rp30 triliun. 

Lebih lanjut, dia mengatakan potensi tidak berhenti hanya hingga akhir 2021. Sebab, hingga 2025 Indonesia bisa mengalami peningkatan sampai 142 juta pemain gim. 

Michael mengatakan, saat ini gim yang paling populer di indonesia adalah Mobile legends, free fire, dan PUBG. Adapun, dari gim tersebut, 33 persen pemain hanya memainkan satu gim, kemudian 28 persen memainkan dua game per bulannya, dan 15 persen untuk memainkan lebih dari tiga gim per bulannya. 

“E-Sport pun juga berpengaruh ke ekonomi. Walaupun gamers hanya spending [membelanjakan] uang mereka rata-rata Rp100.000 di setiap transaksi, tetapi dalam sebulan mereka bisa melakukan transaksi yang sama hingga 3—4 kali,” katanya. 

Sementara itu, Co-Founder & Chief Business Officer EVOS Esports Hartman Harris mengatakan, sepanjang semester I/2021 organisasi mereka telah memenangkan banyak gelar kejuaraan dunia, mulai dari Mobile Legends: Bang Bang World Championship (M1) 2019 dan Free Fire World Cup 2019. 

“Sejak berdiri pada 2017, EVOS Esports memiliki 12 di 6 permainan gim e-sports. Perusahaan juga sudah memiliki 120 karyawan yang beroperasi di 5 negara dengan 3 tim dari EVOS mewakili Singapura dan Indonesia di SEA Games 2019,” ujarnya. 

Dia melanjutkan, organisasi saat ini mengelola 50 influencer gim secara eksklusif dan bermitra dengan 300 talenta gim olahraga-el, dengan total subscriber YouTube lebih dari 65 juta dan 50 juta followers Instagram, dengan lebih dari 350 juta viewers  per bulan di seluruh Asia Tenggara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game e-sports
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top