Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fenomena Menarik, Jupiter Bakal Berada Dekat dengan Bumi, 19-20 Agustus

Dilansir dari earthsky, Jumat (23/7/2021) saat Jupiter di oposisi, cahaya akan terbit di timur saat matahari terbenam. Kupu akan bersinar di langit seperti matahari kecil sepanjang malam.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 23 Juli 2021  |  12:11 WIB
Planet Jupiter - ronggaside.blogspot.com
Planet Jupiter - ronggaside.blogspot.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pada akhir Juli dan awal Agustus tahun ini, planet Jupiter akan mengalami oposisi terbaiknya.

Oposisi sendiri merupakan fenomena dimana planet itu berada di belakang Bumi atau di seberang Matahari.

Dan saat oposisi terjadi, saat itulah Bumi akan mengorbit di antara matahari dan Jupiter.

Jupiter memang selalu terang, tetapi akan tampak lebih terang dilihat dari bumi pada saat oposisi.

Dilansir dari earthsky, Jumat (23/7/2021) saat Jupiter di oposisi, cahaya akan terbit di timur saat matahari terbenam. Kupu akan bersinar di langit seperti matahari kecil sepanjang malam.

Oposisi Jupiter akan terjadi pada 20 Agustus. Pada saat itu, Jupiter akan berjarak dekat dengan bumi hanya lima jam setelah momen oposisi terjadi.

Titik terdekatnya dengan Bumi akan datang sekitar pukul 05:00 pagi pada 20 Agustus.

Sebelum oposisi spesial itu, mulailah mengamati Jupiter sekarang, terutama sekitar 23-26 Juli 2021 malam, tepatnya saat planet tersebut dekat bulan.

Jika Anda melewatkan Jupiter di dekat bulan pada bulan Juli, coba lagi pada bulan Agustus.

Jupiter mengalami oposisi kira-kira setiap 13 bulan sekali. Itu adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan perjalanan satu kali mengelilingi matahari terhadap Jupiter. Akibatnya, menurut kalender duniawi oposisi Jupiter datang sekitar sebulan kemudian setiap tahun.

Dua tahun lalu, pada 2019 tanggal oposisi Jupiter adalah 10 Juni. Tahun 2020 tanggal 14 Juli. Dan tahun ini terjadi 12-20 Agustus. Maka, tahun depan akan terjadi pada 26 September.

Jupiter bukanlah planet berbatu seperti Bumi. Planet tersebut lebih seperti bintang gagal, tidak cukup besar atau cukup panas di dalam untuk memicu reaksi fusi termonuklir. Tetapi sekitar 2 1/2 kali lebih masif daripada gabungan semua planet lain di tata surya.

Agar Jupiter bersinar seperti bintang, Anda membutuhkan sekitar 80 Jupiter digulung menjadi bola untuk memicu reaksi termonuklir.

Namun pada malam Agustus ini saat Jupiter terbit di seberang matahari Anda dapat membayangkan seperti apa Bumi jika Jupiter memiliki massa yang cukup untuk bersinar seperti bintang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

planet tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top