Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Daur Ulang atau Dibuang?

Meskipun kendaraan bertenaga listrik tidak mengeluarkan karbon dioksida, limbah baterai mobil listrik itu sangat berbahaya dan dapat merusak lingkungan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  07:52 WIB
Dane Hardware, insinyur desain dan rilis Ford Motor Co.; dan Mary Fredrick, insinyur validasi baterai Ford Motor Co., mengukur voltase baterai menggunakan multi-meter digital di Laboratorium Uji dan Tolok Ukur Baterai Ford di Allen Park, Michigan.  - Ford Motor
Dane Hardware, insinyur desain dan rilis Ford Motor Co.; dan Mary Fredrick, insinyur validasi baterai Ford Motor Co., mengukur voltase baterai menggunakan multi-meter digital di Laboratorium Uji dan Tolok Ukur Baterai Ford di Allen Park, Michigan. - Ford Motor

Bisnis.com, JAKARTA – Meskipun tidak mengeluarkan emisi gas buang yang dapat menjaga kualitas udara bersih, kendaraan elektrik bisa menimbulkan limbah baterai mobil listrik.

Kendaraan listrik berbasis baterai memang diprediksi mengalami lonjakan karena dipercaya sebagai solusi berkendara di masa depan. Itu terbukti ketika negara Uni Eropa mengelami peningkatan penjualan mobil listrik maupun plug-in hybrid sepanjang tahun lalu.

Dilansir tempo.co, Jumat (11/6/2021), data dari European Automobile Manufacturers Association (ACEA) menunjukkan penjualan mobil listrik murni dan plug-in hybrid melonjak menjadi 1,046 juta kendaraan dari 387.808 pada 2019.

Secara umum, penjualan mobil hybrid naik 59 persen menjadi 1.182 juta tahun lalu. Sementara itu menurut Reuters penjualan kendaraan bensin dan diesel masing-masing turun 37 persen dan 32 persen.

Meskipun kendaraan bertenaga listrik diakui tidak mengeluarkan karbon dioksida, tetapi di balik itu ada masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini terletak pada baterai bekasnya. Diketahui limbah baterai mobil listrik itu sangat berbahaya dan dapat merusak lingkungan.

Menanggapi hal ini Amerika Serikat, di bawah Pemerintahan Joe Biden, sedang membahas rencana untuk mendaur ulang serta melakukan cara-cara untuk mengurangi penggunaan logam dalam baterai baru pada kendaraan listrik.

“Ketika Anda melihat cara AS mendekati peluang daur ulang, yang sangat jelas adalah kita perlu berinvestasi dalam kapasitas itu dan mengambil pendekatan yang lebih proaktif. Sebagian besar peluang dari baterai lithium ialah mendaur ulang dari baterai yang ada dan memasukkannya ke dalam baterai baru ini” kata seorang pejabat pemerintah yang dikutip dari Carscoops.

Sementara itu, sejumlah perusahaan rintisan kini telah mencoba cara baru untuk mendaur ulang limbah baterai mobil listrik. Perusahaan India ACE Green Recycling Inc telah mengembangkan proses suhu ruangan dengan mengubah timbal dari baterai bekas menjadi briket dengan kemurnian hingga 99,95 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

limbah Kendaraan Listrik

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top