Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kominfo Perluas Investigasi Sampel Data Warga RI yang Bocor

Kementerian Kominfo dan BSSN memperluas investigasi terhadap sampel data warga RI yang bocor bersama dengan BPJS Kesehatan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 22 Mei 2021  |  15:32 WIB
Kominfo Perluas Investigasi Sampel Data Warga RI yang Bocor
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperluas investigasi terhadap sekitar 1 juta data warga RI yang diklaim sebagai data sampel oleh akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan dari hasil investigasi secara acak terhadap sekitar 1 juta data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) perlu melakukan investigasi lebih mendalam bersama dengan BPJS Kesehatan.

"Hingga hari ini, Kominfo telah mengidentifikasi jumlah data yang lebih besar dan memperluas investigasi terhadap sekitar 1 juta data yang diklaim sebagai data sampel oleh penjual [Kotz]," kata Dedy dalam siaran pers, Sabtu (22/5/2021).

Dia menuturkan sesuai dengan amanat PP No. 71/2019, Kominfo telah melakukan pemanggilan terhadap Direksi BPJS Kesehatan pada hari Jumat, 21 Mei 2021 sebagai pengelola data pribadi yang diduga bocor untuk proses investigasi secara lebih mendalam.

Hasilnya, BPJS segera akan memastikan dan menguji ulang data pribadi yang diduga bocor. Investigasi yang dilakukan oleh tim internal BPJS akan selalu dikoordinasikan dengan Kementerian Kominfo dan BSSN.

Langkah-langkah pengamanan data akan dilakukan oleh BPJS untuk memitigasi risiko kebocoran data pribadi yang lebih luas.

Diketahui, Kominfo telah memblokir Raid Forums karena teridentifikasi sebagai forum yang banyak menyebarkan konten yang melanggar perundang-undangan di Indonesia. Adapun, forum tersebut juga terkait dengan tersebarnya 279 juta data warga RI.

"Tautan untuk mengunduh data pribadi, yakni tautan data di bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com kesemuanya telah dilakukan pemblokiran," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo BPJS Kesehatan badan siber dan sandi nasional (BSSN)
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top