Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Legacy Operator Seluler Turun, Ini yang Dilakukan XL

Penurunan pendapatan suara dan SMS tersebut merupakan suatu keniscayaan dan hal yang wajar selaras dengan perubahan strategi dan fokus perusahaan ke bisnis layanan data.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 16 Mei 2021  |  18:21 WIB
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk. telah membaca gelagat penurunan pendapatan layanan legacy–yaitu layanan dari SMS dan panggilan suara–sejak 2015.

Pada saat itu juga, perusahaan telekomunikasi yang beroperasi sejak 1996 tersebut memilih fokus dalam meraup pendapatan dari layanan data untuk mengimbangi penurunan dari layanan legacy.  

Group Head Corporate Communications PT XL Axiata Tbk. (EXCL) Tri Wahyuningsih mengeklaim  XL Axiata merupakan operator pertama di Indonesia yang fokus untuk mendorong penggunaan layanan Data, seiring dengan tren makin berkurangnya pemanfaatan layanan suara dan SMS.

“Sejak 2015 XL Axiata secara konsisten mendorong pelanggannya untuk beralih lebih banyak menggunakan layanan data dibandingkan layanan legacy tersebut,” katanya kepada Bisnis, Minggu (16/5/2021).

Ayu menambahkan penurunan pendapatan suara dan SMS tersebut merupakan suatu keniscayaan dan hal yang wajar selaras dengan perubahan strategi dan fokus perusahaan ke bisnis layanan data.

Untuk menghadapi penurunan pendapatan dari layanan suara dan SMS, kata Ayu, perseroan terus mendorong pertumbuhan pendapatan bisnis layanan data. Alhasil, sejak 3 tahun terakhir atau sejak 2018–2019, pendapatan layanan data XL Axiata sudah menutupi penurunan legacy.

Sementara itu, penurunan pendapatan layanan suara dan SMS tidak hanya terjadi pada XL Axiata. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatatkan penurunan pendapatan legacy yang lebih tajam. Pendapatan legacy Telkomsel turun Rp8 triliun dari Rp32,85 triliun pada 2019, menjadi Rp24,77 triliun pada 2020.

Dalam info memo Telkom 2020, disebutkan bahwa penurunan terjadi seiring dengan fase transisi alami dari Legacy menuju Data & dampak kanibalisasi layanan OTT,

Bisnis Legacy Telkomsel melambat dengan pendapatan layanan suara turun 29,1 persen secara tahunan menjadi Rp18,99 triliun dan pendapatan SMS menurun 39,9 persen secara tahunan menjadi Rp2,38 triliun

Telkom juga mencatat penurunan lalu lintas suara sebesar 15,5 persen dan lalu lintas SMS sebesar 27,2 persen dibandingkan dengan periode 2019.  

“Telkomsel mengatasi masalah ini dengan memperluas ekosistem digital dan menciptakan inisiatif strategis yang diyakini akan mendukung peningkatan layanan dan solusi digital,” tulis dalam laporan tersebut.  

Sementara itu, PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat pendapatan untuk layanan panggilan suara dan SMS masing-masing sebesar Rp1,98 triliun dan Rp287 miliar. Jumlah tersebut turun sekitar Rp770 miliar untuk panggilan suara dan Rp371 miliar untuk layanan SMS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi operator seluler
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top