Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

11 Lokasi Disurvei sebagai Area Pembangunan Stasiun Satelit Satria

Saat ini pabrikasi Satria dalam tahap peninjauan desain awal dari satelit. Proses pabrikasi berjalan sesuai jadwal untuk dapat diselesaikan pada 2023 dan diluncurkan ditahun yang sama.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 07 April 2021  |  08:32 WIB
Ilustrasi Satelit Nusantara Satu. - Pasifik Satelit Nusantara
Ilustrasi Satelit Nusantara Satu. - Pasifik Satelit Nusantara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyurvei 11 lokasi untuk pembangunan stasiun bumi untuk satelit multifungsi Satria. Jika tidak ada kendala, pada bulan ini Kemenkominfo akan menggelar rapat dengan penyedia hub satelit.

Direktur Penataan Sumber Daya Kemenkominfo Denny Setiawan mengatakan bahwa konstruksi Satria telah dimulai sejak ditandatanganinya perjanjian kerja awal antara PT Satelit Nusantara Tigadan Thales Alenia Space selaku pabrikan satelit pada tanggal 3 September 2020.

Saat ini pabrikasi Satria dalam tahap peninjauan desain awal dari satelit. Proses pabrikasi berjalan sesuai jadwal untuk dapat diselesaikan pada 2023 dan diluncurkan ditahun yang sama.

Di samping itu, sambungnya, Kemenkominfo tengah fokus dalam pengadaan satelit bumi, sebagai perangkat yang akan menangkap sinyal dari satelit Satria.

“Saat ini telah dilaksanakan survei lokasi untuk pembangunan 11 stasiun bumi/gateway dan direncanakan pada bulan April ini akan dilaksanakan kick off meeting dengan penyedia HUB satelit,” kata Denny kepada Bisnis, Rabu (7/4/2021).

Denny mengatakan bahwa waktu perpanjangan selama 7 bulan merupakan waktu yang cukup dan telah disesuaikan dengan jadwal penyediaan proyek satelit multifungsi Satria.

Sebelumnya, Radio Regulations Board (RRB) International Telecommunication Union (ITU), badan regulasi telekomunikasi dunia, mengabulkan permohonan perpanjangan waktu penggunaan filing PSN146E Bujur Timur (BT)  selama 7 bulan atau hingga Oktober 2023. Jangka waktu tersebut lebih singkat dari permohonan 14 bulan yang diajukan oleh pemerintah kepada ITU. Slot orbit 146BT merupakan slot orbit yang akan digunakan oleh Satelit Multifungsi Satria untuk beroperasi. 

 “Indonesia diberikan jangka waktu 7 bulan untuk perpanjangan filing orbit ini, yaitu sampai 31 Oktober 2023. Hal ini sejalan dengan dukungan dari pabrik pembuat Satelit Satria 1 yaitu Thales Alenia Space,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam konferensi virtual, Selasa (6/4).  

Johnny menjelaskan perpanjangan filing satelit tidak mengubah jadwal peluncuran dan waktu operasi komersial satelit Satria 1 pada kuartal IV/2023.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi satelit
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top