Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Penampakan Palung Mariana, Titik Terdalam Bumi

Titik terdalam laut di dunia itu layaknya gurun. Dasarnya datar, sangat berlumpur, dan keruh dilapisi endapan sisik, kotoran, atau bangkai ikan yang membusuk.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  18:13 WIB
Mengintip Penampakan Palung Mariana, Titik Terdalam Bumi
Palung Mariana, tempat terdalam di bumi - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Astronot NASA Richard Garriott mengungkap kondisi Challenger Deep yang berada di Samudra Pasifik. Tepatnya di Palung Mariana, Filipina.

Dia menjabarkan bahwa titik terdalam laut di dunia itu layaknya gurun. Dasarnya datar, sangat berlumpur, dan keruh dilapisi endapan sisik, kotoran, atau bangkai ikan yang membusuk.

"Bahkan tidak ada permukaan yang terlihat sangat keras. Ini sangat, sangat, sangat halus," ungkapnya dilansir dari Live Science, Senin (8/3/2021).

Namun katanya ada cukup banyak kehidupan di bawah sana. Garriott dan rekannya Victor Vescovo menemukan krustasea yang hampir tembus pandang dengan panjang beberapa inci.

"Kemudian, saat kami melintasi dataran jurang ini, kami benar-benar bertemu dengan bagian pertama dari kemanusiaan kami, yaitu kabel sepanjang 11 km yang sebelumnya telah dipasang pada kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh," bebernya.

Garriott menyebut pada musim panas lalu ketika Victor mengunjungi lokasi tersebut, kabel itu tidak ada. Ada pula bekas kendaraan jarak jauh yang digunakan orang Tiongkok untuk memotret kapal selam.

Kata Garriott hal itu menciptakan bahaya yang sangat sulit bagi kapal selam karena panjangnya 7 mil dan tidak terlihat dari jarak yang jauh.

"Kami melihat kabel yang sama lagi, melintasi jalur kami ke arah lain," imbuhnya.

Sementara itu, Garriott mengaku tidak bisa mengumpulkan sampel karena kapal selamnya mengalami masalah listrik dan lengan manipulator. Belum lagi mereka menghadapi kondisi bebatuan.

"Meskipun kami berada di bebatuan, semua bebatuan yang bisa kami lihat masih tertutup oleh sup keruh yang sangat dalam," tuturnya.

Karena selubung lumpur halus, Garriott mengaku tidak dapat melihat bebatuan kecil, apalagi menjangkau untuk mengambilnya.

"Jika Anda mendekati dasar yang keruh ini, Anda akan berubah kecokelatan karena endapan lumpur yang mungkin membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengendap kembali. Jadi kami tidak bisa mendapatkan batu," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi samudera hindia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top