eSIM Bakal Populer di Indonesia, Operator Seluler Bisa Lebih Hemat

Leo Dwi Jatmiko
Jumat, 5 Maret 2021 | 17:18 WIB
Ilustrasi SIM Card/Reuters
Ilustrasi SIM Card/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan jumlah pengguna internet yang pesat di Indonesia, diprediksi bakal mendorong adopsi teknologi kartu SIM tertanam atau embedded-SIM (eSIM). Forest Interactive, perusahaan penyedia platform konten, memperkirakan operator telekomunikasi akan makin hemat dengan teknologi ini.

Head of Product Forest Interactive Yoseph Wijaya mengatakan pada 2025 diprediksi kurang lebih 60 persen unit ponsel pintar di dunia akan kompatibel dengan eSIM. Pertumbuhan tersebut akan makin pesat seiring dengan adopsi digital yang meningkat dan perkembangan teknologi.

Kondisi tersebut, kata Yoseph, juga akan terjadi di Indonesia. Dia mengatakan Indonesia merupakan pasar berkembang (emerging market) untuk gawai, dengan jumlah pengguna internet yang terus bertambah.

“Dengan eSIM, operator telekomunikasi dapat menyederhanakan biaya logistik logistik dan distribusi kartu SIM kepada pelanggan,” kata Yoseph kepada Bisnis.com, Kamis (5/3/2021).

Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet di Tanah Air pada 2018 mencapai 171,2 juta. Jumlah tersebut bertambah sekitar 25 juta pengguna baru pada pertengahan 2020, menjadi 196,7 juta pengguna internet.

Yoseph mengatakan dengan eSIM, para pelanggan juga tidak perlu mendatangi gerai-gerai pulsa atau gerai resmi operator hanya untuk mendapatkan kartu SIM, dan hanya butuh hitungan menit untuk mendapatkan sebuah nomor baru yang sudah terdaftar langsung di ponsel pengguna.

Hal-hal tersebut, lanjutnya, akan menekan secara signifikan biaya sumber daya manusia karena tidak perlu ada campur tangan manusia dalam hal aktivasi, produksi kartu, dan manajemen logistik kartu SIM.

“Bayangkan berapa milyar rupiah dari sisi operator yang dapat dipangkas dalam setahun jika operator telekomunikasi tidak lagi perlu mengirimkan puluhan juta kartu SIM ke seluruh pelosok Indonesia. Operator juga tidak perlu menyewa gudang untuk penyimpanan kartu SIM,” ujarnya.

Meski menawarkan sejumlah manfaat dan efisiensi dari sisi pelanggan dan operator seluler, Yoseph mengakui terdapat sejumlah tantangan salah satunya adalah konektivitas internet dan penetrasi ponsel pintar kelas atas di Indonesia.

“Saat ini hanya ponsel dengan tipe tertentu yang sudah memiliki fitur eSIM seperti Apple, Samsung, dan Google Pixel,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper