Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fenomena tak Lazim Lapisan Inversi, 'Biang Kerok' Suara Dentuman di Malang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sendiri telah menyatakan jika dentuman itu disebabkan oleh hujan petir.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Februari 2021  |  12:41 WIB
Hujan Petir - Jibi
Hujan Petir - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan lalu, ramai informasi soal suara dentuman di Malang Jawa Timur.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sendiri telah menyatakan jika dentuman itu disebabkan oleh hujan petir.

Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan secara detail mengapa petir bisa menyebabkan suara dentuman keras di Malang tersebut.

Menurutnya, petir itu disebabkan oleh adanya lapisan inversi.

Daryono memaparkan, dalam ilmu meteorologi kita mengenal sebuah istilah yang disebut sebagai "inversi suhu" yaitu tertindihnya lapisan udara dingin oleh lapisan udara yang lebih hangat di atmosfir.

Lapisan udara ini terbentuk jika ada udara hangat yang naik ke atas lapisan udara yang lebih dingin, kemudian menyebar dan meluas di atmosfer.

Adapun sumber udara panas tersebut dapat berasal dari aktivitas industri, kebakaran, lalu lintas, radiasi permukan bumi dan lain-lain.

Fenomena ini sebenarnya tidak lazim karena umumya tidak demikian, karena dalam kondisi normal temperatur udara semakin tinggi mestinya makin dingin, sehingga fenomena terbentuknya lapisan inversi hanya dapat terjadi pada waktu tertentu selama syarat terbentuknya terpenuhi.

Lapisan inversi juga dapat terbentuk pada saat proses pembentukan awan dimana jenis awan tertentu dapat menjadi salah satu pertanda adanya lapisan inversi jika di puncaknya terbentuk semacam tudung (cap).

"Lapisan inversi juga dapat terbentuk bilamana ada anomali tekanan di atmosfer atau adanya udara panas yang bergerak dari tempat lain," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Udara panas dan gas yang sedang bergerak naik ke atmosfir, akan tertahan lapisan udara hangat ini. Lapisan udara hangat ini membentuk semacam tudung (inversion cap) yang menutupi sebuah kawasan dan menjebak gas dan panas yang datang dari muka bumi.

Contoh sederhana adalah saat kita sedang berada dekat kawasan industri terkadang mencium bau-bauan yang tidak sedap yang berlangsung lama pada kondisi cuaca tertentu, karena gas atau polutan di wilayah itu tidak dapat naik ke atmosfir karena terjebak di bawah lapisan inversi.

Peristiwa kabut asap yang parah pada tahun 1948 di Donora, Pennsylvania, (AS) dan pada tahun 1952 di London, Inggris, diakibatkan oleh peningkatan lapisan inversi di atmosfir.

Akan tetapi gas dan partikel bukanlah satu-satunya yang dipantulkan kembali oleh lapisan inversi. Beberapa orang dilaporkan mendengar suara aneh selama terbentuknya lapisan inversi di atmosfir. Gelombang suara yang bersumber dari kereta api, mobil, petir, dan sumber suara lainnya dapat terpantul dari lapisan inversi sehingga terdengar jelas di tempat lain.

Lapisan inversi juga dapat membuat suara lebih keras hingga terdengar jauh. Ibarat kita membunyikan klakson mobil di garasi yang tertutup, tentu lebih keras dibanding bunyi klakson di jalan raya. Ini karena suara terjebak pada ruang sempit.

Lapisan inversi membuat suara petir tidak mampu menyebar ke atas atau menjalar semaunya ke segala arah, karena sudah terjebak dan hanya dapat menjalar ke permukaan bumi saja. Dalam hal ini suara petir akan terdengar lebih keras dan dapat didengar hingga jauh di kawasan yang terlingkupi kubah lapisan inversi. Dalam hal ini suara petir ibarat merambat melalui sebuah kanal audio yang mirip tropospheric duct.

Secara teori, suara adalah gelombang akustik yang sudah terbukti dapat dipantulkan lapisan inversi. Dalam kondisi kondisi inversi suhu, gelombang suara akan dibiaskan ke bawah, dan oleh karena itu dapat terdengar pada jarak yang lebih jauh.

Inilah konsep dasar bahwa lapisan inversi di atmosfir dapat membuat suara petir terdengar di tempat jauh karena proses multi refleksi. Suara petir jika sudah jauh dan dalam kondisi atmosfir tertentu dapat berubah “anatominya” sehingga bukan lagi seperti suara petir asli di sumbernya, tetapi dapat mirip dentuman.

Efek capping dari lapisan inversi di atmosfer dapat memantulkan kembali gelombang kejut ke permukaan bumi, yang kemudian dapat menyebarkan efek getaran di wilayah yang jauh.

Contoh malapetaka dampak terbentuknya lapisan inversi adalah ketika Rusia melakukan ujicoba ledakan nuklir di Semipalatinsk pada 22 November 1955. Gelombang kejut ini melesat ke atmosfer dan dipantulkan kembali ke bumi. Dampaknya, jendela-jendela kaca rumah warga pecah, bangunan rumah roboh menyebabkan 3 orang meninggal dan banyak orang mengalami luka-luka di daerah yang likasinya cukup jauh dari lokasi ujicoba ledakan.

Contoh lain kasus ledakan yang terjadi saat terbentuk lapisan inversi yang berdampak fatal pernah terjadi di Esparto, California. Selama pembuatan film Mythbusters pada 6 Desember 2011 melibatkan peran sebuah ledakan. Tak diduga ledakan ini malah menghancurkan jendela-jendela kaca rumah warga di sebuah kota yang jaraknya lebih dari 2 km dari sumber ledakan akibat gelombang kejut yang dipantulkan kembali ke bawah oleh lapisan inversi.

Topografi memainkan peran penting dalam mengembangkan dan menahan lapisan inversi. Udara dingin dapat terakumulasi di cekungan lembah atau dataran rendah di pantai pada kondisi cuaca tertentu. Sehingga daerah dengan morfologi semacam ini rentan terjadinya fenomena inversi di saat musim hujan.

Salah satu dari sekian banyak daerah di Indonesia yang rentan terhadap terbentuknya lapisan inversi adalah daerah Malang. Dengan topografi yang berbentuk cekungan yang dikelilingi pegunungan menjadikan kawasan ini rentan dilingkupi inversi teperatur pada kondisi tertentu, yaitu ketika udara dingin terperangkap di lembah dan lapisan udara hangat menutupinya dari atas.

Pada saat Cekungan Malang tertutupi lapisan inversi, seolah terbentuk 'lorong raksasa'. Cukup dengan kejadian petir yang terjadi didekatnya atau dari tempat lain maka dentuman akan menjalar di sepanjang lembah dan terpantul berulang-ulang mirip terbentuknya gema. Demikian juga hal yang sama yaitu suara dentuman yang beberapa kali terjadi di berbagai daerah, yang selama ini menjadi misteri, biang penyebabnya adalah keberadaan lapisan inversi di atmosfir kita.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG ledakan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top