Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Staycation Belum Mampu Selamatkan Startup OTA  

Merebaknya tren staycation di tengah pandemi Covid-19 dinilai belum terlalu signifikan untuk menolong startup online travel agent (OTA) dari keterpurukan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  13:47 WIB
Dokumentasi - Simulasi penerapan protokol kesehatan saat penerimaan tamu hotel di Yogyakarta pada 24 Juni 2020. - Antara/Eka AR.
Dokumentasi - Simulasi penerapan protokol kesehatan saat penerimaan tamu hotel di Yogyakarta pada 24 Juni 2020. - Antara/Eka AR.

Bisnis.com, JAKARTA – Tren liburan dekat rumah (staycation) dinilai tidak memberikan dampak signifikan pada kelangsungan bisnis dari perusahaan rintisan (startup) berbasis online travel agent (OTA).

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang masih menghambat pertumbuhan startup OTA pada 2021 tren staycation hanya berpengaruh untuk menjaga minat wisata masyarakat agar tidak luntur.

Staycation lebih untuk menjaga minat berwisata [masyarakat] dengan mengoptimalkan yang dekat tempat tinggal. Penggunaan layanan OTA [untuk staycation] akan terbatas sehingga tidak menjadi katup penyelamat bagi [pemasukan] startup OTA,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (10/1/2021).

Sekedar informasi, belakangan ini fenomena staycation menjadi tren yang tengah berkembang. Tren ini bergejolak setelah larangan perjalanan internasional maupun nasional yang diterapkan di berbagai negara.

Staycation merupakan jenis liburan yang tak perlu membuat masyarakat bepergian jauh.

Lebih lanjut, Handito meyakini bahwa 2021 memang masih menjadi tahun sulit bagi startup OTA bila tetap getol untuk konsisten mempertahankan model bisnis yang normal.

Startup OTA saat ini perlu membangun model bisnis baru bila ingin bertahan. Bisa mempertimbangkan untuk berdagang oleh-oleh wisata,” ujarnya.

Handito pun meyakini bahwa kontribusi tren staycation dalam mendongkrak pendapatan OTA pada 2021, tidak lebih dari 5 persen dari total pendapatan.

“[Pengaruhnya] sedikit sekali, tidak sampai 5 persen [kontribusinya],” kata Handito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata travel agent Covid-19
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top