Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merger Gojek dan Tokopedia, KPPU Bicara Soal Risiko Monopoli

KPPU mengaku perlu melakukan penilaian sebelum menentukan merger Gojek dan Tokopedia menyebabkan monopoli.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  20:45 WIB
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  -  david Eka Issetiabudi
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) - david Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masih mengkaji mengenai rencana merger Tokopedia dengan Gojek. Sejauh ini, KPPU menilai seandainya merger dilakukan, tidak menyebabkan praktik monopoli di sejumlah lini bisnis yang beirisan.

Ketua KPPU Kodrat Wibowo mengatakan bahwa untuk menentukan aktivitas merger memiliki risiko melanggar aturan larangan praktik monopoli atau tidak, perlu dilakukan penilaian. Komisi melakukan penilaian setelah pihak bermerger melaksanakan kewajiban notifikasi pascamerger.

Adapun mengenai rencana merger Gojek dan Tokopedia, menurutnya, keduanya memiliki bidang usaha dengan pasar multisisi atau multisided market. Beberapa diantaranya berada dalam pasar relevan yang sama utamanya yaitu market place.

“Apakah ada praktik monopoli? Kami harus melakukan penilaian terlebih dahulu apakah konsentrasi pasar di sektor marketplace akan dimonopoli,” kata Kodrat kepada Bisnis.com, Selasa (5/1/2021).

Kodrat menambahkan untuk saat ini tanpa data hasil merger, dia berpendapat bahwa sejumlah perusahaan dagang el seperti Blibli, Shopee, Lazada dan lain-lain masih cukup punya posisi bersaing.

“Untuk kemudahan proses merger siapapun KPPU siap memberikan konsultasi pra merger bila dibutuhkan,” kata Kodrat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kppu StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top