Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asus: Pasokan Kartu Grafis Bakal Seret pada 2021

Asus memprediksi adanya kelangkaan komponen laptop khususnya kartu grafis pada 2021, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asal Taiwan tersebut.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  06:46 WIB
Ilustrasi. Asus kembali merilis produk terbaru dari lini gaming yaitu Asus Zephyrus S GX531. JIBI/BISNIS - Saiful Millah
Ilustrasi. Asus kembali merilis produk terbaru dari lini gaming yaitu Asus Zephyrus S GX531. JIBI/BISNIS - Saiful Millah

Bisnis.com, JAKARTA – Asus, perusahaan elektronik asal Taiwan, memprediksi adanya risiko kelangkaan komponen laptop khususnya kartu grafis pada 2021.

Muhammad Firman, Head of PR Manager Asus, mengatakan bahwa meskipun permintaan akan laptop yang diprediksi bertumbuh hingga kuartal I/2021, tetapi kelangkaan komponen laptop, yakni kartu grafis menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

“Penjualan PC di awal 2021 kami perkirakan akan meningkat dibanding di akhir 2020, tetapi tampaknya pasar akan terkena dampak supply and demand yang mungkin bisa membuat harga menjadi lebih tinggi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (29/12/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa untuk kartu grafis, khususnya chip generasi terbaru kemungkinan besar akan terjadi kelangkaan, karena ada tren peningkatan kebutuhan atas PC gaming dan juga laptop gaming saat ini.

Selain itu, dia melanjutkan bahwa kelangkaan pasokan komponen PC, termasuk untuk laptop di pasar global tentunya juga sangat berpengaruh pada industri laptop di Indonesia.

“Saat ini seluruh produsen harus bersaing untuk mendapatkan supply dari pembuat komponen yang persediaannya dan distribusinya terbatas,” katanya.

Dari sisi Asus, Firman mengatakan bahwa perusahaan sudah memprediksi hal tersebut memiliki potensi tinggi untuk terjadi sehingga perusahaan melakukan antisipasi untuk pasar Indonesia dengan mengalokasikan pasokan barang ke pasar-pasar yang benar-benar membutuhkan.

“Selain untuk menghindari penumpukan barang, alokasi ini kami lakukan juga agar barang yang mendarat di pasar Indonesia bisa langsung terserap oleh pengguna,” kata Firman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top