Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Para Ahli Diduga Berhasil Temukan Atlantis Pakai Google Earth

Selama ribuan tahun, banyak yang mengabdikan hidup mereka untuk menemukan Atlantis yang konon tenggelam di bawah permukaan laut.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 Desember 2020  |  12:32 WIB
Tampilan kota Atlantis
Tampilan kota Atlantis

Bisnis.com, JAKARTA - Para ahli diduga telah menemukan Atlantis di Pantai Spanyol. Uniknya, temuan ini dilakukan menggunakan Google Earth.

Selama ribuan tahun, banyak yang mengabdikan hidup mereka untuk menemukan Atlantis yang konon tenggelam di bawah permukaan laut. Namun dalam serial 'What on Earth?' yang diunggah Science Channel baru-baru ini, mengungkapkan bagaimana seorang peneliti zaman modern, menemukan pulau mitos yang dikatakan sebagai kekuatan angkatan laut antagonis itu di Google Earth.

Seorang peneliti Jerman menggunakan gambar satelit untuk mencari bukti peradaban yang hilang di sekitar Mediterania. Saat dia memindai suaka margasatwa di pantai selatan Spanyol, dia melihat apa yang diyakini sebagai cincin raksasa yang tersembunyi di bawah rawa-rawa berpasir.

Gambar tersebut menjadi perhatian fisikawan dan sejarawan amatir Rainer Kuhne. Saat dia mempelajarinya lebih detail, dia memperhatikan apa yang tampak seperti struktur persegi panjang besar di dalam lingkaran. Tampil di film dokumenter itu, Dr Kuhne mengatakan salah satu bentuk itu panjangnya 250 meter sementara yang lain jauh lebih besar.

Ahli geologi Dr Philip Reeder merinci bagaimana para ahli meneliti temuan itu. ERT (Electro Resistivity Tomography) katanya menembakkan pulsa listrik ke tanah di bawah permukaan bumi dan kemudian memantulkannya kembali.

ERT membuat gambar bayangan situs, data keras tampaknya mengkonfirmasi analisis Kuhne terhadap situs tersebut. “Serangkaian bangunan melingkar besar tampaknya terkubur tepat di pedalaman dari pantai Spanyol. Jika bangunan melingkar tersembunyi di bawah garis pantai, lalu siapa yang membangunnya? Untuk beberapa, petunjuk pertama datang dari Plato," ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Sabtu (26/12/2020).

Beberapa ahli setuju bahwa situs tersebut tampaknya cocok dengan yang digambarkan oleh filsuf Yunani. Tapi dokumenter itu mengatakan kebanyakan ahli mempermasalahkan teori tersebut.

Reeder menambahkan pada 2017, sangat sedikit orang yang percaya bahwa kota Atlantis itu benar-benar ada. “Peneliti yang tak terhitung jumlahnya telah berusaha untuk menemukan Atlantis. Sekarang banyak yang percaya dia mungkin hanya mengada-ada," imbuhnya

Dr Kuhne berpendapat cerita Atlantis adalah fiksi filosofis yang memasukkan unsur sejarah. Unsur-unsur sejarah ini termasuk kota Tartessos Zaman Besi dan perang Masyarakat Laut Zaman Perunggu, yang dia yakini terungkap dalam gambar Google Earth.

Pada 2006 dan 2009, dua ekspedisi arkeologi dan geologi dilakukan di Taman Nasional Donana Spanyol untuk menguji teori Atlantis-Tartessos Dr Kuhne. Ekspedisi ini dipimpin oleh arkeolog Sebastian Celestino Perez dan sejarawan Richard Freund.

Hasil geologis diterbitkan dalam tiga makalah jurnal peer-review. Hasil utama dari dua ekspedisi tersebut termasuk bukti empat tsunami antara tahun 2100 SM dan 200 SM, banyak pecahan tembikar dan bukti geofisika dari sebuah situs arkeologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sejarah
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top