Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaringan 5G Indonesia Pakai Frekuensi 2,3 GHz, Begini Jadinya

Penyediaan jaringan 5G menggunakan frekuensi radio 2,3 Ghz dinilai hanya mampu dilakukan secara terbatas merujuk pada lokasi penggelaran yang terbatas.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  12:58 WIB
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemanfaatan frekuensi radio 2,3 GHz untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia diyakini belum akan optimal, kecuali jika dilakukan secara terbatas.

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro ITB, Ian Yosef M. Edward berpendapat bahwa makna penggelaran 5G secara terbatas merujuk pada lokasi penggelaran yang terbatas.

Operator seluler pemenang lelang 2,3 GHz, diyakini akan membangun 5G di sejumlah titik strategis dan kerumunan, agar masyarakat yang telah memiliki gawai 5G dapat merasakan langsung kecepatan 5G di titik tersebut. Adapun, dari sisi kecepatan, kata Ian, dengan 40 MHz saja, kecepatan yang diberikan bisa mencapai 400 Mbps lebih.

“Mungkin tempat penggelarannya di bandara karena di sana banyak orang mampu,” kata Ian kepada Bisnis.com, Rabu (23/12/2020).

Ian menilai penggelaran secara 5G terbatas juga mempertimbangkan keberadaan gawai dan perangkat 5G yang belum banyak beredar. Saat ini mayoritas perangkat di negara lain menggunakan 2,6 GHz dan 3,5 GHz untuk 5G.

“Kalau mau gelar 5G pasti dilihat lagi, siapa yang mau beli? Kalau vendor pasti di mana ada kebutuhan di sana vendor buat gawai. Tidak ada susahnya bagi mereka,” kata Ian.

Sementara itu, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Muhammad Ridwan Effendi mengatakan bahwa 2,3 GHz telah digunakan di 12 negara diantaranya adalah Arab Saudi dan Korea Selatan.

Penggelaran 5G di 2,3 GHz menjadi daya tarik karena letak pita frekuensi yang rendah, sehingga cakupan yang diberikan jauh lebih luas dibandingkan dengan 28 GHz yang berada di frekuensi atas.

Dengan cakupan yang makin luas, maka investasi penggelaran jaringan juga makin murah karena titik pasang BTS tidak perlu terlalu rapat.

“Cakupannya lumayan luas, hanya sekitar radius 3 km dari BTS. Bandingkan dengan frekuensi 28 GHz yang hanya 200 meter,” kata Ridwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top