Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Flou Cloud Dorong UMKM Pakai Komputasi Awan, Ini Strateginya

Flou Cloud berupaya mendorong pelaku UMKM untuk teknologi komputasi awan dengan biaya yang terjangkau.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  20:27 WIB
Pedagang menata kain tekstil di pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (11/2/2020). - Bisnis/Arief Hermawan
Pedagang menata kain tekstil di pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (11/2/2020). - Bisnis/Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA – Telkomsigma menyatakan sikapnya untuk makin masif mendorong teknologi komputasi awan (cloud computing) sebagai fondasi utama bagi startup dan UMKM pada 2021.

VP DevOps Flou Cloud, Wita Astari mengatakan bahwa dalam menghadapi perkembangan industri yang bergerak dengan cepat. Kebutuhan penunjang seperti infrastruktur IT dengan biaya yang tidak murah sering menjadi kendala bagi startup dalam menjalankan bisnisnya.

“Flou Cloud hadir memberikan paket-paket dengan harga yang bisa diterima, kami paham banyak bisnis, khususnya umkm yang merintis dari kecil. Kami akan memberikan paket dengan model Freemium sehingga kami bisa bertumbuh bersama, mereka bisa bayar kalau sudah ada nilai bisnisnya,” ujarnya lewat diskusi virtual bersama Bisnis.com, Kamis (17/12/2020).

Sekedar catatan, Freemium adalah model paket di mana pengguna akan mendapatkan pengalaman untuk menggunakan sebuah aplikasi atau teknologi secara gratis dalam waktu terbatas dan selanjutnya akan dikenakan biaya.

Dia menjelaskan bahwa untuk mendukung kebutuhan awan pada 2021, mereka meyakini perusahaan telah memiliki infrastruktur yang memadai. Sebagai contoh, Wita mengatakan bahwa dari sisi tulang punggung jaringan (backbone network) mereka sudah menggelar lebih dari 165.000 km backbone.

“Untuk kesiapan homepass [jaringan kabel data] kami ada 20 juta SSL. Kemudian dari sisi cloud sendiri pangkalan data kami berkapasitas hampir 20.000 meter persegi. Telkom Group juga punya hyperscale data center yang kapasitasnya mencapai 65.000 meter persegi,” katanya.

Lebih lanjut, dia optimis bahwa perusahaan akan menjadi pemain utama yang masuk ke XCloud di mana menggunakan jaringan netral pangkalan data (carrier neutral data center) yang tersebar di 20 kota di kota dengan luas 20.000 meter persegi.

Sekedar catatan, carrier neutral data center adalah pangkalan data yang memungkinkan interkoneksi antara beberapa operator telekomunikasi atau colocation penyedia.

“Secara kapasitas kami juga memiliki core visity yang lebih dari 20.000 core dan akan terus ditingkatkan dan kami akan tingkatkan juga di 2021 sehingga kami yakin infrastruktur sudah cukup untuk mendukung bisnis cloud,” katanya.

Dia menyebutkan bahwa pada 2021 perusahaan akan menggelar XCloud ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Surabaya, dan Bali. Hal ini dilakukan untuk memenuhi setiap solusi UMKM dengan kebutuhan yang beragam.

“Sektor UMKM kan beragam jadi solusinya jangan sampai hanya ada di Jakarta saja. Kami pun akan melakukan pendampingan untuk adaptasi cloud ini,” kata Wita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm cloud computing StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top