Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satelit Satria Berpotensi Lahir Tanpa Orbit

Untuk memanfaatkan orbit, pemerintah harus berkordinasi dengan pemilik satelit dan memastikan bahwa frekuensi milik Satria tidak akan mengganggu frekuensi satelit lainnya.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 November 2020  |  09:16 WIB
Satelit Nusantara Dua Kerja Sama PSN/Indosat Ooredoo Siap Meluncur di Angkasa. Istimewa
Satelit Nusantara Dua Kerja Sama PSN/Indosat Ooredoo Siap Meluncur di Angkasa. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  Ketua Bidang Infrastruktur Broadband Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Nonot Harsono berpendapat jika pemerintah gagal memperpanjang waktu peluncuran Satelit Multifungsi Satria, maka pemerintah bakal mengeluarkan ongkos tambahan untuk memarkir Satelit Satria.

Pasalnya, Satelit Satria akan hadir lebih dahulu dibandingkan dengan slot satelitnya. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan anomali dan baru pertama kali terjadi di Indonesia.

“Biasanya slot orbit satelitnya dulu yang ada, tetapi ini justru satelitnya sudah ada, slotnya belum. Kondisi seperti itu kan baru pertama kali,” kata Nonot kepada Bisnis, Kamis (19/11).

Meski demikian, sambungnya, kondisi tersebut masih dapat berubah. Dia menjelaskan kepastian nasib proyek Satelit Multifungsi Satria pascapenolakan perpanjangan waktu peluncuran oleh ITU, ditentukan oleh perjanjian antara pemerintah dengan perusahaan yang membangun satelit.

Adapun mengenai peluang pemanfaatan orbit 113 derajat bujur timur yang Bakti klaim masih kosong, menurutnya, akan memakan waktu. Sebab, orbit slot satelit tersebut sudah diapit oleh satelit lainnya.

Untuk memanfaatkan orbit maka pemerintah harus berkordinasi dengan pemilik satelit dan memastikan bahwa frekuensi milik Satria tidak akan mengganggu frekuensi satelit lainnya.

“Karena sudah penuh maka harus kordinasi dengan sebelahnya. Satelit itu frekuensinya sedikit maka harus kordinasi yang memakan waktu lama untuk beroperasi. Jika menggunakan orbit yang bekas dipakai satelit lain, maka tinggal menaruh satelit saja di sana,” kata Nonot. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi satelit
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top