Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUU Perlindungan Data Pribadi, Begini Progresnya

Komisi I DPR RI hari ini telah membahas 10 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Perlindungan Data Pribadi meliputi jenis-jenis data pribadi beserta klasifikasinya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 November 2020  |  20:20 WIB
Ilustrasi perlindungan data pribadi. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi perlindungan data pribadi. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi I DPR RI menyebutkan telah membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan dalam Rapat Panja RUU PDP yang dihadiri Anggota Komisi I DPR RI secara fisik dan virtual hari ini telah dibahas 10 DIM.

“Tadi sudah bertambah 10 DIM [yang dibahas]. Dari klaster usulan perubahan substansi kemarin [minggu lalu] sudah 12, hari ini sepuluh,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (18/11/2020).

Sekadar catatan, klaster DIM RUU tentang Perlindungan Data Pribadi antara lain usulan tetap sebanyak 66 DIM, usulan tetap dengan catatan berjumlah 49 DIM, usulan perubahan substansi ada 179 DIM dan usulan perubahan redaksional sebanyak 9 DIM, dan terdapat pula 68 DIM usulan baru.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pembahasan kali ini meliputi jenis-jenis data pribadi beserta klasifikasinya, yakni data bersifat umum dan data bersifat spesifik.

Dia mengatakan dalam perkembangan pembahasan, sejumlah Fraksi DPR RI sepakat data orientasi seksual tidak diatur dalam RUU PDP.

“Spesifik itu bukan berarti tidak bisa digunakan, tetapi penggunaannya harus berhati-hati, pihak atau lembaga yang berhak memproses ini harus ada perhatian betul atau ada ancamannya sehingga memang harus ekstra berhati-hati,” katanya.

Selanjutnya, pada pasal 3 RUU PDP menyebutkan ada dua jenis data pribadi, yaitu data pribadi yang bersifat umum dan data bersifat spesifik. Data pribadi yang bersifat umum di antaranya nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama.

Adapun data yang bersifat spesifik berkaitan dengan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, data keuangan dan data lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Abdul pun mengatakan bahwa pembahasan selanjutnya akan dilaksanakan pada Rabu mendatang. "Minggu depan kami akan bahas kembali," ujar Abdul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr perlindungan data pribadi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top