Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Twitter Hadirkan Fitur Baru, Tweet Otomatis Menghilang Setelah 24 Jam

Fitur tersebut mirip dengan Stories yang terdapat pada Instagram, Facebook, maupun Whatsapp yang mana unggahan pengguna secara otomatis terhapus setelah 24 jam.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 November 2020  |  12:56 WIB
Ilustrasi orang sedang memegang ponselnya dengan latar belakang logo Twitter. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi orang sedang memegang ponselnya dengan latar belakang logo Twitter. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA - Twitter menghadirkan pembaruan yang memungkinkan cuitan pengguna platform tersebut menghilang setelah 24 jam.

Fitur tersebut mirip dengan Stories yang terdapat pada Instagram, Facebook, maupun Whatsapp yang mana unggahan pengguna secara otomatis terhapus setelah 24 jam.

Melansir Tech Explore pada Rabu (17/11/2020), fitur yang diberi nama Fleets ini diluncurkan setelah melalui tahapan uji coba di Brazil, Italia, India, dan Korea Selatan.

Manajer Produk Twitter Sam Haveson dan Direktur Desain Joshua Harris dalam sebuah unggahan blog menyebut Fleets hadir untuk mengakomodasi cuitan yang sifatnya lebih pribadi atau santai. Selain itu, beberapa pengguna merasa tidak nyaman apabila cuitan mereka terus menerus terpublikasi.

Seperti diketahui, Twitter telah menjadi platform penting bagi politisi, selebriti, dan jurnalis.

"Beberapa dari Anda memberi tahu kami bahwa menge-tweet tidak nyaman karena terasa begitu publik, sangat permanen, dan sepertinya ada begitu banyak tekanan untuk mengumpulkan Retweet dan Like," ujar mereka.

Mereka mengatakan Fleets juga memungkinkan pengguna membuat jenis pesan yang sama seperti di tweet biasa, termasuk gambar, video, dan emoji, dengan opsi untuk menghilangkan pesan.

Fitur tersebut tentunya menjadi senjata baru bagi Twitter untuk bersaing dengan platform media sosial seperti Snapchat, yang membuat pesan menghilang menjadi populer, dan Facebook, yang juga mengadopsi gagasan tersebut.

Pada kuartal terakhir ini melaporkan 187 juta pengguna aktif harian yang "dapat dimonetisasi", mengikuti Snapchat dan Facebook.

"Karena mereka menghilang dari setelah satu hari, Fleets membantu orang-orang merasa lebih nyaman dan santai untuk berbagi pemikiran, opini dan perasaan pribadi," tutur Haveson dan Harris.

Fleets, yang dapat berupa teks, foto, dan video, akan tersedia di bagian atas timeline beranda dan profil pengguna.

Twitter dan perusahaan media sosial besar lainnya berada di bawah tekanan untuk kebijakan yang lebih baik, termasuk dalam hal penyebaran misinformasi di platform mereka.

Juru bicara Twitter Liz Kelley mengatakan Fleets tunduk pada aturan yang sama seperti cuitan biasa.

Kelley juga mengatakan bahwa peringatan atau label, yang telah mulai diterapkan Twitter ke konten yang diduga menyebarkan informasi yang salah, juga diterapkan pada Fleets.

Twitter juga mengonfirmasi sedang mengerjakan fitur audio secara langsung, yang dinamai "Spaces," yang akan diuji coba akhir tahun ini.

Fitur tersebut akan memungkinkan pengguna untuk berbicara di depan umum, dalam percakapan grup. Fitur ini mirip dengan Clubhouse, platform media sosial di mana pengguna diundang untuk berbicara di ruang obrolan suara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook twitter instagram
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top