Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astronom Deteksi Semburan Radio Misterius di Dalam Galaksi Bima Sakti

FRB adalah ledakan yang sangat pendek tetapi kuat dari sumber yang jauh di ruang angkasa.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 05 November 2020  |  20:43 WIB
Galaksi
Galaksi

Bisnis.com, JAKARTA - Astronom telah mendeteksi ledakan sinyal radio berumur pendek tapi kuat yang dikenal dengan semburan radio cepat (fast radio bursts/FRB). Ledakan tersebut diyakini berasal dari dalam galaksi Bima Sakti.

FRB adalah ledakan yang sangat pendek tetapi kuat dari sumber yang jauh di ruang angkasa. Kendati semburannya hanya berlangsung sepersekian detik, astronom mengatakan itu bisa jutaan kali lebih kuat daripada Matahari.

Dilansir dari Express UK, Kamis (5/11) sebuah tim ilmuwan di Kanada, termasuk sekitar 50 mahasiswa, peneliti, dan Profesor pascodoktoral, mendeteksi ledakan radio yang kuat dari magnetar terdekat, bintang neutron dengan medan magnet yang sangat kuat.

Ledakan radio itu terdeteksi pada 28 April lalu oleh Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment (CHIME) dan disajikan kepada dunia pada awal bulan ini di jurnal ilmiah Nature. Ledakan itu tidak hanya yang terdekat dengan Bumi yang diamati, tetapi juga menjadi kunci informasi tentang asal FRB.

Dalam studi mereka, para peneliti menggambarkan ledakan dari yang 3.000 kali lebih kuat daripada magnetar yang diukur sejauh ini. data tersebut memberikan kepercayaan pada teori bahwa beberapa FRB berasal dari magnetar.

Pragya Chawla, rekan penulis studi dan mahasiswa doktoral di McGill University mengatakan mereka menghitung bahwa ledakan hebat yang datang dari galaksi lain tidak dapat dibedakan dari beberapa semburan cepat.

"Jadi ini benar-benar memberi bobot pada teori yang menunjukan bahwa magnetar dapat berada di belakang setidaknya beberapa peristiwa FRB," katanya. FRB pertama kali ditemukan secara kebetulan pada tahun 2007 ketika dua ilmuwan menemukan data arsip dari survei pulsar.

Anomali tersebut kemudian dikenal sebagai Ledakan Lorimer, setelah astronom dari West Virginia University bernama Duncan Lorimer dan David Narkevic menemukannya. Namun, asal mula ledakan tetap menjadi misteri dan deteksi FRB belum menghasilkan jawaban pasti.

FRB awalnya diasumsikan sebagai peristiwa astronomi satu kali yang disebabkan oleh beberapa proses komik enerfi tinggi yang tidak diketahui. Para astronom sekarang mengetahui beberapa peristiwa itu ternyata berulang dalam jangka waktu tertentu.

Banyak dari FRB ini jutaan hingga milyaran kali lebih kuat daripada Matahari dan telah dilaack ke sumber-sumber di luar galaksi Bima Sakti. Hingga kolaborasi CHIME menemukan FRB yang terkait dengan magnetar di dalam galaksi, yang disebut SGR 1935 + 2154.

Ziggy Pleunis, rekan penulis studi dan mahasiswa doktoral di McGill University mengatakan sejauh ini semua FRB yang diambil teleskop seperti CHIME berada di galaksi lain, yang membuatnya sulit untuk dipelajari dengan sangat detail.

"Selain itu, teori magnetar tidak didukung oleh pengamatan magnetar di galaksi kita sendiri karena mereka ditemukan jauh lebih kuat daripada enerfi yang dilepaskan oleh FRB ekstragalaktik sampai sekarang," ujarnya.

Chris Bochenek, mahasiswa doktoral dari California Institute of Technology menambahkan berbagai macam skenario dapat menjelaskan asal mula FRB. Kendati masih banyak lika-liku menarik, tapi bisa dikatakan bahwa sebagian besar FRB berasal dari magnetar hingga terbukti sebaliknya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astronomi tata surya galaksi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top