Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amvesindo: Fintech Masih Jadi Primadona Bagi Investor Tahun Ini

Amvesindo menilai kasus peretasan data tidak akan mengurangi minat investor terkait dengan pendanaan terhadap startup di bidang fintech pada tahun ini.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 November 2020  |  07:20 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) berpendapat startup di bidang finansial teknologi (fintech) masih menjadi salah satu primadona yang disasar oleh investor kendati kasus peretasan data masih marak terjadi.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani menilai kasus peretasan data pada startup fintech tidak akan menurunkan minat investor untuk melakukan pendanaan di sektor fintech.

"Hingga akhir 2020, startup di bidang fintech masih menjadi salah satu primadona yang disasar oleh investor. [Kasus peretasan data] tidak terlalu berpengaruh, karena investor tahu kalau mereka melakukan pendanaan [ke startup] apa saja pertimbangan yang harus dilakukan untuk memitigasi atau resiko," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (3/11/2020).

Namun, lanjutnya, protokol keamanan data standar memang harus menjadi hal yang urgensi untuk dipenuhi startup yang berfokus pada bidang finansial.

“Untuk kasus yang baru-baru ini terjadi pada perusahaan Cermati yang kami pelajari, database di belakangnya belum dienkripsi, sehingga prosedur standar ini seharusnya sudah dilakukan oleh startup, khususnya yang berada di bidang finansial,” ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini metode yang digunakan oleh penjahat siber tidak hanya berkutat pada sisi teknikal, tetapi juga metode rekayasa sosial dengan memanfaatkan literasi digital masyarakat yang masih minim.

Melalui kejadian ini dia berharap para pelaku startup mulai memperketat usaha keamanan data pengguna sesuai standar institusi keuangan, seperti perbankan.

“Hingga akhir tahun, fintech masih dibutuhkan, apalagi untuk mendobrak kebutuhan dana masyarakat, karena masih berhati-hatinya sektor perbankan dalam menyalurkan pinjaman,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp fintech
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top