Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SMS Penipuan Masih Marak, Aturan Kemenkominfo Tak Optimal?

Anggota Ombudsman RI masih menerima SMS dugaan penipuan yang menunjukkan aturan yang dijalankan oleh Kemenkominfo belum optimal.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  14:15 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – SMS penipuan ternyata masih marak terjadi. Ombudsman RI menilai regulasi regristrasi kartu prabayar yang diterapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, tidak berjalan optimal.

Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie mengungkapkan bahwa SMS penipuan yang dikirimkan oleh pihak tidak bertanggung jawab masih sering terjadi. Alvin mengaku telah mendapat langsung SMS penipuan pada Sabtu (31/10/2020) dini hari.

Dalam status yang dia unggah pada fitur status WhatsApp, SMS penipuan tersebut menyebutkan bahwa Alvin mendapat resmi terpilih mendapat cek senilai Rp175 juta. Alvin diminta untuk masuk ke website tertentu untuk mengklaim cek tersebut.

Atas kejadian itu, Alvin menyatakan bahwa Kemenkominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan operator seluler tidak memiliki kepedulian terhadap perlindungan data pelanggan.

“Perhatikan saja semua peraturan hanya untuk melindungi dan beri manfaat pengusaha. Blas sama skali tidak menunjukkan perhatian terhadap konsumen,” kata Alvin kepada Bisnis.com, Sabtu (31/10/2020).

Tidak hanya itu, Alvin menilai bahwa regulasi regristrasi kartu prabayar tidak berfungsi. Pasalnya, regulasi tersebut tidak dapat mencegah penyebaran SMS penipuan, sebagaimana tujuan awal dilahirkannya regulasi tersebut.

“Percuma saja dahulu kita diwajibkan daftar Nomor Induk Kependudukan [NIK] dan nomor kartu keluarga. Tidak ada gunanya,” kata Alvin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi penipuan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top