Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lubang Hitam 'Telan' Bintang dengan Spagetifikasi

Hasil penelitian ini dipublikasikan Selasa (13/10/2020), dikutip dari ESO fenonema ini disebut 'tidal disruption event' atau peristiwa gangguan pasang surut. Kejadian paling dekat yang serupa pernah tercatat berada di lebih dari 215 juta tahun cahaya dari Bumi.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  15:57 WIB
Lubang hitam
Lubang hitam

Bisnis.com, JAKARTA – Para astronom menggunakan teleskop Observatorium Selatan Eropa (ESO) menangkap kilatan cahaya langka dari sebuah bintang sekarat saat diterkam lubang hitam supermasif pada tahun lalu.

Hasil penelitian ini dipublikasikan Selasa (13/10/2020), dikutip dari ESO fenonema ini disebut 'tidal disruption event' atau peristiwa gangguan pasang surut. Kejadian paling dekat yang serupa pernah tercatat berada di lebih dari 215 juta tahun cahaya dari Bumi.

Kejadian ini diteliti oleh Royal Astronomical Society yang dipimpin Matt Nicole, dosen dan peneliti di University of Birmingham, Inggris.

"Ide bahwa lubang hitam menelan bintang terdekat terdengar seperti fiksi sains. Namun ini persis terjadi di sebuah peristiwa gangguan pasang surut," ungkap Nicole.

Peristiwa gangguan pasang surut yang dialami bintang ini dikenal dengan istilah spagetifikasi dimana bintang tersedot oleh lubang hitam, langka terjadi dan tidak mudah untuk dipelajari.

Selama ini peneliti sulit untuk menginvestigasi peristiwa ini dikarenakan semburan cahayanya kerap tertutup tirai debu dan puing-puing. Baru sekarang para astronom dapat menjelaskan asal mula tirai ini.

Penemuan ini memungkinkan karena peristiwa gangguan pasang surut yang dipelajari tim, AT2019qiz ditemukan tidak lama setelah bintang itu tercerai-berai dan lubang hitam mengeluarkan aliran material yang kuat dengan kecepatan hingga 10.000 km per detik.

"Penglihatan unik dibalik tirai ini menyediakan kesempatan pertama untuk menentukan asal dari material yang kabur (tidak jelas) dan mengikuti pada waktu sebenarnya bagaimana dia tertelan lubang hitam,"ungkap Kate Alexander, NASA Einstein Fellow di Northwestern University, Amerika Serikat.

Peneliti melakukan observasi AT2019qiz terletak di galaksi spiral Eridanus konstelasi, selama enam bulan suar bercahaya dan kemudian memudar.

Berada di Chili, tim peneliti ini menggunakan ESO Very Large Telescope (VLT) dan ESO New Technology Teleskop (NTT) untuk menginvestigasi secara detail tentang apa yang terjadi. Fasilitas lain yang digunakan adalah X-shooter dan EFOSC2.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bintang lubang hitam black hole
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top