Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laris Manis Layanan EduTech di Tengah Pandemi

Salah satu perusahaan rintisan yang menyediakan layanan tersebut adalah PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru). Perusahaan tersebut lewat situs resminya mengklaim telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna serta mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  18:54 WIB
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung. - Bisnis/Dea Andriyawan
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengguna layanan edukasi teknologi (edutech) kian bertambah seiring dengan penerapan belajar di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Salah satu perusahaan rintisan yang menyediakan layanan tersebut adalah PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru). Perusahaan tersebut lewat situs resminya mengklaim telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna serta mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.

Menurut Pendiri dan Direktur Produk dan Kerja Sama Ruangguru Iman Usman, bertambahnya jumlah pengguna Ruangguru tak terlepas dari keberadaan Sekolah Online Ruang Guru (SORG) yang menawarkan akses gratis ke semua mata pelajaran sekolah kelas 1 hingga kelas 12.

SORG yang diluncurkan pada Maret 2020 atau awal merebaknya pandemi Covid-19 sudah mencatatkan 7,5 juta pengguna.

“Ruangguru juga ingin memberdayakan para guru dalam melakukan pembelajaran digital, sehingga kami mempelopori Pelatihan Guru Online - Gratis yang telah diakses oleh lebih dari 100.000 guru,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer PT Zenius Education (Zenius) Rohan Monga mengungkapkan sejak Juli 2019 hingga akhir kuartal II/2020, Zenius mengalami peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan sebanyak 12 kali lipat.

Adapun Rohan mengatakan bahwa strategi yang dilakukan perusahaan pada awal tahun ajaran 2020/2021 untuk menjaring lebih banyak pengguna adalah meluncurkan Zenius Ultima dan Optima.

Zenius Optima ditujukan buat bantu kamu mempelajari materi pelajaran secara mendalam buat pengguna yang duduk di kelas 9,10,11,dan 12. Program ini akan berlangsung sampai akhir tahun ajaran 2020/2021.

Adapun, Zenius Ultima ditujukan untuk pengguna yang ingin memfokuskan dirinya pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK).

Tak mau kalah PT Ayo Blajar Indonesia (AyoBlajar) berupaya menambah jumlah penggunanya dengan membidik mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Sebelumnya, AyoBlajar hanya fokus membantu pengelolaan sistem manajemen pendidikan saja.

AyoBlajar menargetkan mampu menggaet 100.000 pengguna tahun ini. Saat ini, layanan AyoBlajar sudah menjangkau 23 sekolah dan 13.000 siswa.

Sebelumnya, konsultan bisnis Grant Thornton Indonesia menyebut jumlah pemain EduTech di Indonesia sudah mencapai 44 perusahaan rintisan dan diperkirakan masih akan terus bertambah.

Menurut Legal Partner Grant Thornton Indonesia Kurniawan Tjoetiar perkembangan EduTech di Indonesia tak terlepas dari potensinya yang sedemikian besar. Hal tersebut tentunya menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya di salah satu perusahaan rintisan yang bergerak di sektor tersebut.

Kurniawan menyebut investor yang menginvestasikan dana di sektor ini perlu juga mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, siklus pendanaan dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor.

“Dari sisi entitas EduTech juga perlu menjalankan strategi bertahan dengan melihat cara untuk menekan biaya, memberikan kualitas pengajar yang baik, dan hasil yang berdampak. Karena hal tersebut yang menjadi kunci untuk menentukan siapa pemenang dalam jangka panjang seiring pertumbuhan dan semakin matangnya pasar EduTech di Indonesia.” ujar Kurniawan.

Selain itu, perkembangan EduTech juga dibantu oleh keberadaan program subsidi kuota internet oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejauh ini, ada 18 EduTech dan pesan instan yang bisa diakses menggunakan kuota tersebut, antara lain;

1. Rumah Belajar

2. Google Classroom

3. Microsoft Education

4. Quipper

5. Sekolah.Mu

6. Zenius

7. Ruang Guru

8. Kipin School 4.0

9. Udemy

10. Ayoblajar

11. Eduka system

12. Bahaso

13. Birru

14. Cakap

15. Duolingo

16. Edmodo

17. Aminin

18. Ganeca digital

Kemendikbud telah menyatakan bahwa daftar aplikasi atau situs yang dapat diakses melalui kuota belajar ini akan terus diperbarui atau ditambah menyesuaikan masukan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi pendidikan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top