Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangkauan IoT Bisa Tembus 20 Km dengan Frekuensi Rendah

Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) menilai frekuensi rendah 433 MHz bisa memperluas jangkauan teknologi IoT hingga 20 Km untuk satu perangkat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  08:51 WIB
SAP dan Internet of Things (IoT) - Istimewa
SAP dan Internet of Things (IoT) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Cakupan teknologi Low Power Wide Area (LPWA) diprediksi bakal makin luas, bahkan mencapai empat kali lipat, saat menggunakan frekuensi 433 MHz. Saat ini LPWA masih menggunakan spektrum frekuensi radio 920 MHz, dengan cakupan maksimal seluas 5 kilometer (Km).

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya mengatakan dengan menggunakan frekuensi rendah 433 MHz, nantinya cakupan LPWA diprediksi akan makin luas hingga 10 Km - 20 Km untuk satu perangkat.

Luasnya jangkauan sinyal LPWA disebabkan oleh frekuensi 433 MHz yang merupakan frekuensi kategori rendah. Prinsipnya, makin rendah spektrum frekuensi radio yang digunakan, maka cakupannya akan makin luas.

“Kalau dahulu untuk memberikan layanan dengan radius 10 Km harus menggunakan dua pemancar, nanti cukup satu pemancar saja,” kata Teguh kepada Bisnis.com, Rabu (30/9/2020).

Teguh menambahkan dengan cakupan yang luas, para pelaku IoT unlicensed nantinya dapat menghemat biaya operasional dan biaya belanja modal hingga 30 persen. Selain memiliki cakupan yang luas, spektrum frekuensi 433 MHz juga telah digunakan secara global, sehingga dari sisi ekosistem lebih matang dibandingkan dengan 920 MHz.

Teguh menyampaikan bahwa ekosistem frekuensi IoT yang populer di dunia ada tiga yaitu, 433 MHz, 868 MHz dan 920 MHz. Asioti tidak merekomendasikan 868 MHz karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan 920 MHz dan digunakan oleh operator seluler.

Ekosistem yang lebih siap ini akan membuat harga bahan baku dan perangkat untuk IoT bakal lebih murah, sehingga pelaku IoT unlicensed dapat makin hemat dan makin cepat dalam melakukan penetrasi ke pasar domestik dan global.

“Kami memilih frekuensi yang di bawah [433 MHz], karena benefitnya lebih nyata, cakupan lebih luas dan lebih hemat,” kata Teguh.

Dia menambahkan dengan memanfaatkan 433 MHz sejumlah pemain IoT di sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan berpotensi memperoleh manfaat yang besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi Internet of Things
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top