Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gandeng NetFoundry, Indosat Hadirkan Layanan CloudConnect

Indosat bersama NetFoundry meluncurkan layanan CloudConnect yang bisa memberikan konektivitas ke Public Cloud dengan menggunakan konsep Network-as-a-Service (NaaS).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 September 2020  |  20:47 WIB
Ruang kerja Indosat Network Operation Center. Istimewa
Ruang kerja Indosat Network Operation Center. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indosat Tbk. menghadirkan CloudConnect, sebuah layanan baru yang memberikan konektivitas ke Public Cloud dengan menggunakan konsep Network-as-a-Service (NaaS).

Layanan diperkenalkan seiring dengan kebutuhan akan digital yang makin meningkat selama pandemi. Indosat berkolaborasi bersama NetFoundry dalam menghadirkan CloudConnect di Tanah Air.

Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena, mengatakan bahwa CloudConnect merupakan solusi bagi pelanggan korporat untuk menjalankan bisnis secara cepat dan efisien dengan mengedepankan tiga keunggulan utama, yaitu peningkatan performansi, fleksibilitas, serta standar keamanan tinggi.

“Indosat Ooredoo memahami dampak dan tantangan pada masa sulit ini, karena itu sejak awal pandemi, kami mengambil peran sebagai enabler khususnya di bidang informasi dan komunikasi,” kata Bayu dalam konfrensi virtual, Kamis (17/9/2020).

CloudConnect mampu meningkatkan performansi network sampai dengan 5 kali lebih cepat dibandingkan dengan alternatif network biasa seperti traditional VPN. Pelanggan dapat dengan mudah terhubung ke public cloud seperti Google, AWS, Azure, dan Alibaba.

Lebih dari itu, CloudConnect dapat di-install di berbagai device seperti laptop, dan ponsel berbasis Android atau IoS, dan perangkat IoT, yang memungkinkan pelanggan dapat membuat virtual network dalam waktu singkat, tanpa memerlukan perangkat keras.

Bayu menambahkan bahwa pada saat pandemi, layanan komputasi awan mengambil peran penting di Indonesia dan global.

Berdasarkan data yang dihimpun Indosat, nilai pasar komputasi awan di Indonesia pada 2023 diperkirakan mencapai R15 triliun. Kemudian, tahun lalu, layanan komputasi awan memberi kontribusi hingga 30 persen terhadap layanan informasi teknologi di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi indosat
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top