Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Transportasi Online Tertekan Pandemi, Merger Jadi Kunci?

Indef menilai merger bisa menjadi solusi dalam bisnis transportasi daring selama pandemi Covid-19 agar tetap bisa bertahan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 September 2020  |  18:35 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan disinyalir membuat bisnis ride hailing makin tertekan dalam. Merger atau penggabungan usaha menjadi solusi untuk menghadapi pandemi yang tidak jelas ujungya.

Head of the Center of Innovation & Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Hanif Muhammad mengatakan bahwa pademi Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memberi dampak besar terhadap perputaran bisnis perusahaan super apps Gojek dan Grab.

Kedua raksasa perusahaan aplikasi tersebut saat ini masih sangat bergantung pada pengantaran barang dan orang dalam menjalankan bisnis. Pembatasan mobilitas membuat laju pertumbuhan melambat.

“Meski ada ojek online memiliki layanan pengiriman barang, saya tidak terlalu yakin itu tumbuh karena itu terkait juga dengan daya beli masyarakat,” kata Hanif kepada Bisnis.com, Selasa (15/9/2020).

Hanif memperkirakan persaingan keduanya akan mengarah ke merger atau penggabungan usaha. Menurutnya, akan sangat berisiko bagi kedua perusahaan bersaing harga dan layanan di tengah pandemi yang tidak kunjug melambat.

Namun dari sisi regulasi, lanjutnya, langkah merger keduanya berpotensi untuk melahirkan praktik monopoli. Sebab keduanya saat ini adalah perusahaan transportasi daring terbesar di Indonesia. Jika praktik monopoli ini terjadi, masyarakat sebagai pengguna layanan Gojek dna Grab akan sangat terdampak.

“Pernah masuk Uber namun tidak kuat menghadapi keduanya. Pertanyaannya sekarang kalau keduanya merger siapa yang akan menjadi kontrol? Kecuali dibeli sama negara. Seperti PT KAI [Kereta Api Indonesia], jadi monopoli tapi punya pemerintah,” kata Hanif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Ojek Online Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top