Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Transportasi Online Diprediksi Tak Bertahan Lama

Atsindo memprediksi bisnis transportasi daring tidak akan bertahan lama dan bisa terancam seiring dengan perubahan perilaku masyarakat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 September 2020  |  17:38 WIB
Taksi Online - Antara / Galih Pradipta
Taksi Online - Antara / Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) menilai bisnis ride hailing merupakan bisnis jangka pendek yang akan tergantikan oleh teknologi baru dan perubahan perilaku masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono menilai bahwa bisnis transportasi online bukanlah bisnis yang tahan lama di Tanah Air. Perubahan perilaku masyarakat, peningkatan taraf hidup masyarakat dan lahirnya teknologi baru, akan membuat bisnis transportasi daring ditinggalkan oleh masyarakat.

Dia merujuk pada kondisi di luar negeri, hanya sedikit orang yang menjadikan kendaraan motor atau ojek sebagai transportasi umum menuju tempat tertentu. Orang cenderung membeli motor sendiri atau naik angkutan transportasi umum roda empat, yang makin lama makin nyaman.

“Apakah ride hailing ini punya harapan? Dari dahulu saya melihat ini sebenarnya hanya case. Itu bukan bisnis yang bisa dibesarkan, itu bisnis musiman, namun panjang jangka waktunya,” kata Handito kepada Bisnis.com, Selasa (15/9/2020).

Handito menuding bahwa Gojek juga menyadari masa depan bisnis ride hailing sehingga Gojek menggembangkan layanan transportasi daring pengangkut orang, menjadi pengangkut dan pengantar barang.

Gojek juga terus melakukan ekspansi bisnis dari suntikan modal yang diterimanya. dengan mengembangkan layanan yang dekat dengan masyarakat seperti Go Life.

Sayangnya, sambung Handito, layanan-layanan tersebut tumbang diterpa pandemic Covid-19 yang tidak terkendali. Masyarakat memilih membatasi diri untuk menggunakan layanan tersebut dengan alasan kesehatan dan menghidari virus Covid-19.

“Apes nasib layanan pengembangannya karena ‘tersambar’ pandemi Covid-19,” kata Handito.

Adapun mengenai isu merger dengan Grab, Handito berpendapat bahwa terdapat aspek nasionalisme yang harus dipertahankan Gojek. Dia menyayangkan seandainya merger kedua perusaahan menyebabkan Dekakorn Gojek hilang dari Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top