Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Terlewat, Fenomena Bulan Purnama 3 Tahun Sekali Malam Ini

Menurut NASA, bulan purnama akan mencapai fase puncak pada hari ini. Biasanya, bulan purnama September dikenal sebagai bulan panen, karena bulan purnama paling dekat dengan hari pertama musim gugur, yang dikenal sebagai titik balik musim gugur.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 02 September 2020  |  14:21 WIB
Ilustrasi bulan purnama
Ilustrasi bulan purnama

Bisnis.com, JAKARTA - Ada fenomena astronomi unik yang terjadi pada September tahun ini. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, bulan purnama terjadi di awal bulan. 

Melansir dari Live Science, Rabu (2/9/2020), menurut NASA, bulan purnama akan mencapai fase puncak pada hari ini. Biasanya, bulan purnama September dikenal sebagai bulan panen, karena bulan purnama paling dekat dengan hari pertama musim gugur, yang dikenal sebagai titik balik musim gugur. Tetapi tahun ini, titik balik musim gugur jatuh pada 22 September, menjadikan bulan purnama 1 Oktober sebagai bulan panen. 

Ya, dengan kejadian unik ini, pada Oktober mendatang, akan terjadi 2 kali bulan purnama, Bahkan terjadi bulan biru langka yang akan bersinar pada 31 Oktober.    

Seperti halnya setiap bulan purnama, pada September akan tampak purnama selama tiga hari berturut-turut. Kali ini bulan purnama muncul pada 31 Agustus hingga Kamis pagi, 3 September. Adapun, bulan purnama terjadi ketika matahari, Bumi, dan bulan membentuk garis, memungkinkan sisi bulan yang menghadap Bumi diterangi sepenuhnya oleh matahari. 

Anda dapat menyaksikan puncak purnama sejati September muncul pada pukul 8.12 malam dengan mata telanjang. Tetapi menurut NASA, teropong dapat membantu Anda memandangi dataran bulan sehingga pola abu-abu dan putih yang tampak mulus berubah menjadi kawah dan pegunungan besar. 

"Sementara itu, teleskop dapat membantu Anda melihat pegunungan, lembah, dan retakan di permukaan bulan yang disebut rilles, yang terbentuk ketika lahar yang pernah mengisi cekungan mendingin dan mengerut," tutur NASA.

Pengamat Astronomi juga dapat melihat pemandangan cerah Jupiter dan Saturnus. Jupiter berada pada titik terdekat dan paling terang di 2020 pada 14 Juli, sedangkan Saturnus berada pada titik terdekat dan paling terang pada 20 Juli. Ini dikenal sebagai "oposisi", karena planet-planet ini diposisikan di sisi berlawanan dari Bumi dari pada matahari. 

Meskipun planet-planet ini telah melewati jarak terdekat dan paling terang ke Bumi, mereka masih lebih terang dari biasanya. "Cari mereka di langit barat. Jika Anda memiliki teleskop, coba temukan empat bulan terang Jupiter: Ganymede, Callisto, Europa, dan Io. Teleskop juga dapat membantu Anda melihat cincin Saturnus yang diterangi dan beberapa bulan Saturnus, termasuk bulan terbesarnya, Titan," tutur NASA.

Sementara itu, NASA mengatakan bulan yang muncul pada awal September ini memiliki nama lain yakni bulan jagung bahkan bulan hantu kelaparan, yang merujuk pada Festival Hantu Lapar China yang terjadi pada hari ke-15 bulan ketujuh kala itu. Menurut NASA. Pada hari ini, hantu dan roh, termasuk nenek moyang, dipercaya mengunjungi makhluk hidup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa bulan purnama
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top