Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekan Depan, Saksikan Puncak Hujan Meteor dan Konjungsi Bulan Mars

Menurut Lapan RI, fenomena itu diantaranya konjungsi Bulan dan Mars, puncak hujan meteor perseid, venus mencapai elongasi barat, dan fase perbani akhir bulan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  08:22 WIB
Ilustrasi / mashable.com
Ilustrasi / mashable.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan depanz atau sepanjang 9 Agustus hingga 15 Agustus 2020, akan ada 4 fenomena Astronomi yang terjadi.

Menurut Lapan RI, fenomena itu diantaranya konjungsi Bulan dan Mars, puncak hujan meteor perseid, venus mencapai elongasi barat, dan fase perbani akhir bulan.

Dikutip dari instagram Lapan RI, berikut perincian fenomena astronomi itu :

Bulan akan berada di titik terjauh dari bumi (Apogee) pada pukul 20.46 WIB dengan jarak 407.076 km, iluminasi 69,8 persen (fase benjol akhir) dan besar sudut 29,5 menit busur.

Bulan terletak di konstelasi pisces ketika apogee. Akan tetapi bulan baru bisa terlihat ketika terbit pada pukul 22.30 WIB dari arah timur dan terbenam keesokan harinya pada pukul 10.00 WIB di arah barat.

Konjungsi Bulan - Mars bisa disaksikan pada pukul 22.50 WIB di arah timur dan berakhir saat senja bahari/nautika berakhir (24 menit sebelum matahari terbit) di arah barat laut. Ketika konjungsi ini, bulan akan akan terpisah sejauh 4,3 derajat dari mars.

11-12 Agustus: Fase Perbani Akhir Bulan

Puncak fase perbani akhir akan terjadi pada 11 Agustus 2020 pada pukul 22.44 WIB. Bulan berjarak 401.942 km dari bumi dan akan tampak dengan lebar 29,7 menit busur.

Ketika fase perbani akhir, bulan akan terbit di sekitar tengah malam di arah timur laut dan berkulminasi di arah utara ketika matahari terbit. Bulan terbenam di arah Barat laut sekitar tengah hari. Bulan berada di manzilah botein di konstelasi aries.

12-13 Agustus: Puncak Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor perseid aktif sejak 27 Juli hingga 24 Agustus, dengan puncak pada 12-13 Agustus 2020. Hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik-titik radian yak i titik pusat datangnya meteor yakni yang terletak di titik konstelasi perseus.

Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet 109p swift tuttle dan bisa disaksikan mulai tengah malam hingga fajar bahari muncul atau 24 menit sebelum matahari terbit ketika titik radian berkulminasi di arahnutara dengan ketinggian 25,3 derajat. Intensitas maksimum hujan meteor ini sebanyak 67-70 meteor setiap jam dengan kecepatan 212.407 km perjam.

13 Agustus: Venus mencapai Elongasi Barat Maksimum & Venus memasuki Fase Dikotomi

Venus mencapai elongasi pada pukul 07.21 WIB dan akan berada di konstelasi gemini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor bulan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top